Sidang Korupsi PU-PR Lamsel, Kuasa Hukum Nilai Berat Vonis Gilang Ramadhan


LUHUT Simanjuntak, kuasa hukum Gilang Ramadhan, diwawancarai wartawan usai sidang vonis di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 12/12/2018. Luhut menilai berat putusan majelis hakim yang menghukum Gilang selama 2 tahun 3 bulan penjara. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Luhut Simanjuntak, kuasa hukum terdakwa Gilang Ramadhan, menilai berat vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung. Majelis hakim menghukum Gilang selama 2 tahun 3 bulan penjara dalam perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lampung Selatan (Lamsel).

“Kami merasa putusan tersebut cukup berat. Sehingga, kami akan mempergunakan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir dahulu, mana yang terbaik,” kata Luhut usai sidang, Rabu, 12/12/2018.

Menurutnya, uang sebanyak Rp200 juta itu bukan berasal dari Rp400 juta yang diberikan kepada Syaroni, Kepala Bidang Dinas Pengairan PU-PR Lampung Selatan. Uang tersebut tidak terbukti dipakai dalam rapat Kerja Nasional Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Rakernas Perti) di Lampung.

“Dalam putusan, uang Rp200 juta hasil operasi tangkap tangan (OTT) tersebut diambil Anjar Asmara (Kadis PU-PR Lampung Selatan) dari rumah. Juga tak bisa dibuktikan uang Rp400 juta dipakai untuk kegiatan Perti. Saya tidak bilang ajukan banding. Jadi, kami pikir-pikir dahulu (atas vonis majelis hakim),” ujarnya.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang menghukum Gilang Ramadhan selama dua tahun penjara. Pengusaha tersebut juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp100 juta, subsider tiga bulan kurungan. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni tiga tahun penjara.

Majelis hakim berpendapat, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan beberapa tindak pidana. Mereka menilai, perbuatan Gilang melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf A UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Gilang Ramadhan terciduk dalam OTT oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 11 Oktober 2018. Dia didakwa melakukan gratifikasi untuk mendapatkan 15 paket proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan dengan nilai total Rp1,4 miliar.(*)

Baca juga Sidang Korupsi PU-PR Lamsel, Gilang Ramadhan Dihukum 2 Tahun Penjara

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Agus BN Dituntut 4 Tahun, Kuasa Hukum Bersyukur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara masing-masing dituntut selama empat tahun …