Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di PKS Lampung, Almuzzammil Yusuf Singgung Soal Reuni 212


ANGGOTA DPR Almuzzammil Yusuf mengisi sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung Ragom Sejahtera DPW PKS Lampung, Sabtu, 8/12/2018. | PKS Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota DPR Almuzzammil Yusuf memberikan materi pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung Ragom Sejahtera DPW PKS Lampung, Jalan Untung Suropati, Labuhanratu, Bandar Lampung, Sabtu, 8/12/2018. Dalam sosialisasi tersebut, dia menyinggung ihwal Reuni Akbar 212.

Almuzzammil mengatakan, sila pertama Pancasila menyentuh sisi mendasar manusia soal ketuhanan. Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi keyakinan tentang eksistensi Allah Swt sebagai Tuhan yang disembah. Pemimpin yang beriman kepada Allah Swt adalah syarat terwujudnya kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Sebab, pemimpin yang bertauhid adalah mereka yang menempatkan manusia dengan baik. Ia akan berlaku adil karena itu perintah Allah Swt,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Minggu, 9/12/2018.

Menurut legislator asal Lampung itu, umat Islam Indonesia yang mayoritas mesti mampu menjadi entitas yang menjadi perekat bangsa. Maksudnya, mampu merepresentasikan sila ketiga Pancasila, yakni persatuan Indonesia.

“Salah besar jika ada yang menyatakan umat Islam dengan gelombang aksi bela Islam dan Reuni 212 kemudian memecah belah umat. Justru itu adalah wujud kecintaan umat dan menjaga NKRI sebagai entitas yang wajib dijaga,” ujarnya.

Pada poin khidmat kebijaksanaan, Almuzzammil menyoroti bahwa pemimpin mesti punya khidmat yang berdimensi ketuhanan, dan kebijaksanaan dalam konteks hubungan dengan manusia. Artinya, tugas rakyat mencari pemimpin yang punya khidmat dan kebijaksanaan.

Poin terakhir, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemimpin yang berkhidmat, kata Almuzzammil, insya Allah mampu membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang berkeadilan. Sebab, pemimpin itu mampu mendistribusikan semua potensi demi kejayaan bangsa.

“Dan pemilu adalah instrumen sahih dan dilindungi Undang-undang untuk memilih calon-calon pemimpin, baik legislatif maupun presiden an wakil presiden,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Survei Pilkada Lampung Selatan, Rakata: Tony Eka Lawan Kuat Nanang Ermanto

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hasil survei Rakata Institute menyebutkan, petahana Nanang Ermanto cukup kuat untuk terpilih kembali …