DPW Gebu Minang Lampung Gelar Forum Diskusi Adat “Duduak Baropok”


Spanduk acara Duduak Baropok yang diselenggarakan oleh DPW Gebu Minang Lampung /ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) Lampung, menggelar forum diskusi adat istiadat minangkabau. Acara yang digelar dalam rangka menjaga eksistensi dan merajut tali persaudaraan itu, akan digelar di Pindang Pegagan, Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Bandar Lampung, Sabtu, 8/12/2018.

Berdasarkan surat elektronik yang diterima duajurai.co, Gebu Minang Lampung melalui bidang agama dan kebudayaan yang bekerjasama dengan mahkamah adat alam Minangkabau, sengaja merajut tali persaudaraan melalui kegiatan “Duduak Baropok”. Acara itu akan mendatangkan narasumber Jasrizal, Angku Datuak Perpatiah Nan Sabatang, Urek Tungga Alam Minangkabau.

Rhino Adriano Rajo Nan Kayo, Koordinator Acara mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah agar saling berbagi ilmu dan wawasan dari niniak mamak kepada para perantau di Lampung, agar lebih mengetahui filosofi kental terdahulu yakni ‘Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah’.

“Duduak Baropok adalah duduk berkumpul bersama-sama yang dilakukan dua orang atau lebih dalam membicarakan, mendiskusikan, atau memutuskan sesuatu, hal ini sesuai dengan filososi adat di Minangkabau yaitu bermufakat dan duduk bersama dalam menghadapi sesuatu yang diterjemahkan dalam bahasa niniak mamak sebagai ‘Duduak surang basampik-sampik duduak basamo balapang -lapang’,” kata Rhino.

Menurutnya, begitu banyak hal yang dapat digali dan diinformasikan kepada orang Minangkabau di ranah dan dirantau, selain menjadi bekal bagi diri sendiri yang juga berguna untuk anak cucu dikemudian hari, juga untuk kebangkitan alam Minangkabau selanjutnya.

“Ini adalah suatu forum diskusi dan pembelajaran komunikasi dua arah yang khusus untuk mengangkat segala persoalan dan penjelasan tentang adat-istiadat Minangkabau, yang asli menurut niniak mamak pemangku adat alam Minangkabau. Bentuk forumnya yaitu sesi pemberian materi adat dan sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar kurang lebih satu jam,” paparnya.

Dalam kegiatan itu, DPW Gebu Minang Lampung akan menghadirkan narasumber dari Pucuak Bulek alam Minangkabau yang tergabung dalam Mahkamah Adat Alam Minangkabau. Tak hanya itu, nantinya akan ada narasumber pendamping yang berkompeten untuk memberikan materi adat istiadat Minangkabau.

“Adapun peserta diskusi adalah orang Minangkabau dan keturunannya dan tidak terbatas pada peserta dari luar Minangkabau yang ingin mengetahui dan berdiskusi tentang adat,”imbuhnya.

Rencananya, kegiatan ini akan dikemas dalam beberapa episode, sesuai dengan tema-tema adat tertentu setiap bulannya. Adapun lokasi tidak terbatas pada Provinsi Lampung, namun juga di tempat lain dengan memakai format kegiatan yang sama.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Media Gathering DJP Bengkulu-Lampung, Daftar NPWP Bisa Online

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meyediakan layanan online untuk masyarakat. Layanan tersebut untuk mempermudah …