Soal Pemira UIN Raden Intan, Panlak Diskualifikasi Calon Dema-Senat


MANSUR Efendi, Ketua Panlak Pemira UIN Raden Intan | dok. Mansur Efendi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Panitia Pelaksana (Panlak) Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mendiskualifikasikan sejumlah calon dewan mahasiswa (dema) dan senat. Tindakan tersebut berdasar Surat Keputusan Panlak Pemira UIN Raden Intan Nomor 04/A/1/SK-PEMIRA-U/29/11/2018.

Berdasarkan hasil pemeriksaan panlak, para pendukung calon terlibat perusakan surat suara saat kericuhan pada 28 November lalu. Keterlibatan mereka terekam video, foto, dan keterangan saksi. Mereka yang didiskualifikasi antara lain calon ketua dan wakil ketua dema nomor urut 2. Kemudian, calon senat mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dengan nomor urut 3, 6, 4, dan 10.

“Pemberian sanksi ini merupakan hasil dari laporan dan pemeriksaan sebagai bentuk ketegasan agar selanjutnya tidak terulang lagi peristiwa yang sama. Sebab, tindakan itu merusak nilai demokrasi,” kata Ketua Panlak Mansur Efendi kepada duajurai.co via telepon, Selasa, 4/12/2018.

Menurutnya, keputusan tersebut diikuti semua panlak di tiap fakultas. Dengan begitu, terdapat 59 calon terkena diskualifikasi. Mereka meliputi himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), dema fakultas, dan senat mahasiswa fakultas di lingkungan UIN Raden Intan.

Pemira UIN Raden Intan Lampung diwarnai bentrok antarpendukung, Rabu, 28/11/2018. Kericuhan tersebut terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan. Panitia pengawas menduga, kericuhan itu dipicu oleh oknum yang melakukan provokasi.(*)

Baca juga Bakar Ban di Depan Rektorat, Mahasiswa UIN Raden Intan Tuntut Pemira Ulang

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

UIN Raden Intan Lampung Susun Buku Pedoman Praktikum

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co –  Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mangadakan Focus Group Discussion (FGD) …