Gasak Rp80 Juta dari Chamart, Teguh Teknisi MBK Terbelit Utang Rumah Sakit


KAPOLSEK Kedaton Komisaris Anung Handayanta (berkacamata) menghadirkan dua tersangka pencurian di Chamart Mal Boemi Kedaton saat ekspose, Selasa, 4/12/2018. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton membekuk dua tersangka terkait pembobolan Chandra Mart (Chamart) di Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung. Dalam kasus tersebut, kedua tersangka bernama Teguh (34) dan Hermanto (35) menggasak uang sekitar Rp80 juta. Teguh diketahui sebagai teknisi MBK, sedangkan Hermanto bekerja sebagai satpam di pusat perbelanjaan tersebut.

Saat diwawancarai, Teguh mengaku terpaksa membawa kabur uang Chamart. Pasalnya, dia terbelit utang di rumah sakit. Setelah melunasi utang, tersangka menyimpan sisa uang curian tersebut di rekening bank.

“Hasil curian saya gunakan untuk membayar utang di rumah sakit. Lalu, sisanya saya masukkan ke mesin anjungan tunai mandiri (ATM),” kata Teguh saat ekspose di Polsek Kedaton, Selasa, 4/12/2018.

Sementara, Hermanto mengaku tak tahu bahwa Teguh mencuri uang Chamart. Sebab, waktu itu, Teguh bertanya kepada dirinya mengenai lokasi kamera CCTV. Namun demikian, Hermanto mengakui bahwa Teguh memberikannya uang sekitar Rp5 juta.

“Saya tak tahu bahwa kantung plastik yang diberikan Teguh berisi uang. Saya juga tidak sangka bahwa informasi dari saya (keberadaan kamera CCTV) digunakan untuk mencuri,” ujarnya.(*)

Baca juga Bobol Chamart, Satpam-Teknisi Mal Boemi Kedaton Gasak Rp80 Juta

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Sidang Korupsi PU-PR Lamsel: Zainudin Hasan Diadili, 4 Perempuan Ini Menangis

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang menggelar sidang perdana terhadap Zainudin Hasan, …