Banjir dan Longsor Berhari-hari, Akses ke Kelumbayan Induk Tanggamus Terputus


BANJIR dan longsor membuat akses ke Kelumbayan Induk, Kabupaten Tanggamus, terputus. | RAPI Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, membuat akses ke enam desa di Kelumbayan Induk terputus. Banjir dan longsor telah terjadi sejak Jumat lalu, 30 November 2018.

“Hujan kan terjadi selama tiga hari tiga malam. Sampai hari ini, akses dari Kelumbayan Barat ke Kelumbayan Induk terputus,” kata Dirhamsyah, Tim Reaksi Cepat Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Lampung, kepada duajurai.co via telepon, Selasa sore, 4/12/2018.

Dia mengatakan, setidaknya 700 kepala keluarga (KK) di Desa Kelumbayan Induk kesulitan beraktivitas karena banjir dan longsor. Ada juga desa yang tidak terkena banjir. Namun, terdampak tanah longsor dari Gunung Tanggang, Kabupaten Pesawaran.

“Banjir sempat surut, tapi hujan turun lagi. Begitu terus, makanya tak surut-surut banjirnya selama beberapa hari. Nah, baru hari ini agak surut. Infonya, bupati Tanggamus akan meninjau ke lokasi hari ini,” ujarnya.

Menurut Dirhamsyah, jembatan di kawasan tersebut juga terputus. Namun, telah dibangun jembatan darurat dari batang kayu dan bahan seadanya. Sehingga, bisa dilalui kendaraan roda dua meski harus berhati-hati.

“Listrik juga padam berhari-hari. Bagaimana tidak, tiang listriknya roboh diterjang banjir dan longsor. Sekitar 30 tiang yang roboh. Kabarnya, saat ini, tengah didatangkan tiang listrik dari Bandar Lampung, tapi kesulitan karena akses jalan masih tertutup,” kata dia.

Di Kelumbayan Induk, wilayah terparah yang terdampak banjir dan longsor adalah Desa Sukajaya. Sekitar 30% rumah warga hancur. Selain itu, longsoran Gunung Tanggang juga berdampak terhadap warga Desa Punduh Pidada dan Marga Punduh, Pesawaran.

“Kalau di sisi barat, gunung itu kan kawasan Kelumbayan, Tanggamus. Sedangkan sisi timurnya itu kawasan Pesawaran. Semuanya terdampak ketika gunungnya longsor,” ujarnya.

Dirhamsyah menambahkan, saat ini, warga yang terisolasi telah mendapat bantuan dari beberapa pihak dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bantuan dimaksud berupa tenda pengungsian, makanan, selimut, dan air bersih.

“Beberapa warga menginap di tenda pengungsian. Tapi, banyak juga yang memilih mengungsi ke rumah saudara yang tidak terkena bencana,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …