Hadirkan Komisioner Bawaslu RI dan Dr Rudy, Sahabat Demokrasi Diskusi Pengawasan Pemilu


DISKUSI Sabtuan di Rumah Demokrasi, Jumat, 30/11/2018 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sahabat Demokrasi kembali menggelar Diskusi Sabtuan pada Jumat malam, 30/11/2018Kali ini diskusi rutin tersebut mengangkat tema “Kemitraan Bawaslu dan Masyarakat Sipil dalam Mengawasi Pemilu untuk Keadilan Pemilu”.

Diskusi digelar Sekretariat Sahabat Demokrasi, Jalan Raden Gunawan II, Rajabasa, Bandar Lampung. Hadir sebagai pembicara M Afifudin, anggota Bawaslu RI dan Rudy SH LLM LLD, dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Menurut Afifudin, bukan mudah bagi Bawaslu menjalankan perannya mengawasi pemilu di Indonesia.

“Pengawasan merupakan aktivitas yang tidak disenangi oleh siapa pun. Tidak ada orang yang senang diawasi. Bahkan ada ada sebagian yang berpendapat bahwa tugas pengawasan pemilu cukup dilakukan masyarakat,” kata Afifudin dalam diskusi yang dimoderatori Juwendra Asdiansyah, Pemimpin Redaksi duajurai.co.

“Harapannya, hadirnya Sabat Demokrasi dapat memperkuat kelembagaan Bawaslu. Sebab, Bawaslu satu-satunya lembaga yang sudah mempunyai kewenangan ajudikasi,” terus mantan Presiden BEM UIN Jakarta ini.

Afifudin mengatakan, partisipasi masyarakat dalam pengawasan dibutuhkan Bawaslu dalam bentuk pencegahan. Adanya masyarakat sipil (civil society) secara langsung sangat membantu pengawasan di setiap tahapan penyelenggaraan pemilu, yang di dalamnya termasuk sukarelawan.

“Saat ini sudah 33 lembaga yang terdaftar di Bawaslu RI untuk menjadi pemantau pemilu. Sebanyak 33 Lembaga itu di antaranya merupakan OKP dan organisasi masyarakat sipil. Jumlah ini lebih banyak daripada Pemilu 2014 di mana cuma 14 lembaga yang terdaftar sebagai pemantau pemilu,” bebernya.

Menurut Rudy, dalam beberapa kasus sengketa pemilu termasuk pilkada, dia melihat Bawaslu seringkali tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat sipil.

“Bawaslu sering terlihat sendirian. Kita perlu menumbuhkan partisipasi masyarakat sipil untuk memperkuat demokrasi kita,” katanya.

Diskusi dihadiri Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah dan sejumlah anggotanya, anggota DPRD Lampung Hidir Ibrahim, juga Koordinator Sahabat Demokrasi Siti Khoiriah. Hadir sebagai peserta puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung, aktivis pemuda dan penyelenggara pemilu.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Bawaslu Lampung: 47% Kampanye Peserta Pemilu Pakai Metode Tatap Muka

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kampanye di …