Hukuman Dosen Cabul Dianggap Ringan, Damar Ajukan Surat Terbuka untuk Rektor Unila


DIREKTUR Eksekutif Lemabaga Advokasi Damar Lampung Sely Fitriani | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Advokasi Perempuan Damar menilai, hukuman untuk Dosen Universitas Lampung yang melakukan pencabulan terhadap mahasiswinya terlalu ringan. Oleh karena itu, Damar mengajukan surat terbuka untuk Rektor Unila.

Direktur Eksekutif Damar Sely Fitriani melalui rilisnya mengatakan, surat terbuka tersebut menanggapi hasil Putusan Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, Nomor Perkara 1202/Pid.B/2018/PN Tjk, pada tanggal 26 November 2018, yang telah memutuskan bahwa Dr Chandra Ertikanto terbukti secara sah dan menurut hukum dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara 16 Bulan.

“Putusan bersalah membuktikan bahwa, perbuatan cabul atau pelecehan yang dilakukan Chandra Ertikanto terhadap DCL seperti yang dituduhkan selama ini benar terjadi,” kata Sely, menerangkan isi surat terbukanya.

Akan tetapi, menurut Damar hukuman 16 bulan sangatlah rendah, mengingat pelaku adalah seorang dosen yang seharusnya jadi panutan dan perbuatannya itu dilakukan di dalam dunia pendidikan.

“Selain itu, pelaku selama proses hukum/persidangan berjalan tidak menunjukkan hal yang kooperatif, pelaku selalu menyangkal perbuatannya, bahkan sampai melaporkan balik korban DCL atas tuduhan laporan palsu dan pencemaran nama baik,” paparnya.

Damar berharap, putusan tersebut agar dapat menimbulkan keberanian melapor bagi korban lain. “Kami berharap dikemudian hari Unila dapat turut serta mendukung perlindungan terhadap korban pelecehan dan memberikan tindakan tegas terhadap pelakunya. Karena dalam proses perkara DCL, Unila malah menunjukkan sikap sebaliknya yaitu mendukung pelaku dengan memberikan bantuan hukum melalui Tim BKBH FH Unila, bukan kepada korban,” bebernya.

Lembaga Advokasi Perempuan Damar menyatakan terbuka bagi perempuan-perempuan yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual yang membutuhkan pendampingan.

“Ucapan terima kasih terhadap rekan-rekan yang membantu mengawal kasus ini seperti LPSK dan media yang selalu memberitakan,” ungkap Sely.

“Dengan demikian, kepada Rektor Universitas Lampung untuk memperhatikan isi surat tersebut dan di tindaklanjuti dengan penuh tanggungjawab sebagai Institusi Pendidikan yang berpihak kepada Korban Pelecehan Seksual,” imbuhnya.

Surat terbuka tersebut mencantumkan nama-nama tim kuasa hukum korban yaitu Meda Fatmayanti, Sely Fitriani, Siti Noor Laila, Yulia Yusniar, Heri Rio Saputra, Peni Wahyudi, R Adhitia T Hartanto, Beny Novriansyah, Masyhuri Abdulah, dan Afrintina.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Sidang Korupsi PU-PR Lamsel: Dipeluk Barita Uli Siregar, Agus BN Spontan Terisak

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang menggelar sidang perdana terhadap Agus Bhakti Nugroho (BN), …