Sidang Korupsi PU-PR Lamsel, Gilang Ramadhan Dituntut 3 Tahun Penjara


Terdakwa Gilang Ramadhan (kemeja biru) saat menjalani sidang pembacaan tuntutan di PN Tanjungkarang | Rudi Virgo /duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengusaha Gilang Ramadhan dituntut hukuman tiga tahun penjara. Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto di hadapan majelis hakim, dalam sidang lanjutan kasus korupsi Dinas PU-PR Lampung Selatan, di PN Tanjungkarang, Rabu, 28/11/2018.

“Kami penuntut umum menuntut agar hakim memutuskan menjatuhkan pidana 3 tahun penjara,” kata Wawan Yunarwanto saat membacakan tuntutannya.

Tuntutan tersebut diberikan berdasarkan pasal 5 huruf A, Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Berdasarkan pasal 5 ayat 1 huruf A UU nomor 31 tahun 1999 maka dituntut pidana 3 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan membayar pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ujar Wawan.

Dalam persidangan sebelumnya, Gilang didakwa telah melakukan gratifikasi untuk mendapatkan 15 paket proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan dengan total Rp1,4 miliar. Sejumlah saksi dihadirkan diantaranya Bupati Lamsel non aktif Zainudin Hasan, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto.(*)

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Soal Tertembaknya Mahasiswa UBL, Polda Lampung Tepis Kabar Transaksi Senjata

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menepis kabar transaksi senjata dalam peristiwa tertembaknya Rahmat Heryanto, …