Dirjen Badilum MA: Cepat atau Lambat E-Court Harus Diterapkan di Indonesia


Dirjen Badilum MA Herri Swantoro memberikan sambutan di Hotel Novotel Lampung, Kamis, 22/11/2018 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) Herri Swantoro mengatakan, e-Court cepat atau lambat harus diterapkan di dunia peradilan Indonesia. MA harus merespons revolusi teknologi informasi demi menunjang kinerja peradilan serta memenuhi prinsip peradilan yang cepat, sederhana, dan biaya murah.

Hal itu dikatakan Herri Swantoro saat menghadiri acara penyerahan penghargaan kepada 27 pimpinan pengadilan tinggi (PT) seluruh Indonesia di lingkungan peradilan umum MA yang telah menerapkan e-Court, Kamis, 22/11/2018. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, tersebut dihadiri 30 pimpinan PT mewakili 352 pengadilan negeri (PN) seluruh Indonesia.

“Revolusi teknologi dan Informasi yang sedemikian masif telah mewarnai setiap lini kehidupan masyarakat. Transaksi perdagangan, pelayanan jasa, sosial media, aplikasi pekerjaan, hingga kegiatan keagamaan, kini tidak luput dari teknologi informasi,” jelas Herri dalam sambutannya.

“MA telah cukup lama melakukan kajian terhadap aplikasi teknologi e-Court di beberapa peradilan di luar negeri, terutama di Singapura yang telah memulainya sejak tahun 2000,” lanjutnya seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima duajurai.co.

Herri menerangkan, saat ini penerapan e-Court di Indonesia telah mencapai 96%. Tersisa tujuh PN di wilayah Bengkulu, 1 PN di Jambi, dan 4 PN di Jayapura.

Karenanya, sebelum habis 2018 pihaknya optimistis seluruh pengadilan di bawah peradilan umum akan mencapai 100% dalam penerapan e-Court.

“Ketua Mahkamah Agung RI memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong lembaga Mahkamah Agung menjadi peradilan yang modern dan profesional, berdiri sejajar dengan peradilan modern di dunia internasional. Selamat kepada pengadilan-pengadilan yang meraih penghargaan MA ini,” tandas Herri yang dikenal sebagai perintis akreditasi dan penjaminan pengadilan Indonesia.

Baca juga PT Tanjungkarang Lampung Terbaik III Nasional Penerapan e-Court

Dalam acara tersebut jajaran PT Tanjungkarang Lampung patut berbangga. Pasalnya, mereka meraih peringkat terbaik 3 dari 27 PT se-Indonesia yang telah menerapkan e-Court.

Lampung hanya kalah dari PT Jakarta dan PT Semarang Jawa Tengah yang masing-masing meraih ranking 1 dan 2 secara nasional, dan unggul dari PT Makassar Sulawesi Selatan yang meraih rangking 4.

Penghargaan diberikan karena PT dimaksud sukses mendorong jajarannya di pengadilan tingkat pertama wilayah masing-masing menerapkan e-Court pada bulan September lalu.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …