Jalan di Lintasan Kereta Kerap Rusak, IB Ilham Malik: Kualitas Konstruksi Jalan Bermasalah


AKADEMISI UBL IB Ilham Malik saat FGD “Sengkarut IPLT Bakung Bandar Lampung” di Kafe Wiseman, Pahoman, Senin, 20/8/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah jalan di lintasan kereta di Kota Bandar Lampung mengalami kerusakan. Umumnya, kerusakan berupa lubang di pinggir rel kereta api dan aspal yang hancur.

Menurut IB Ilham Malik, Ketua Pusat Studi Kota dan Daerah Universitas Bandar Lampung (UBL), kerusakan jalan di persimpangan antara jalan dan rel kereta api memang selalu terjadi. Terutama, di jalan yang tidak tertangani dengan baik.

“Kerusakan jalan tersebut bisa saja disebabkan oleh kualitas konstruksi jalan raya yang bermasalah. Bisa juga kerusakan ini karena kualitas ballast shoulder pada rel kereta api yang tidak stabil. Sehingga, menimbulkan gerakan dan getaran yang kemudian menyebabkan badan jalan raya menjadi crack dan rusak,” kata Ilham kepada duajurai.co via WhatsApp, Rabu, 21/11/2018.

Karena itu, kerusakan jalan di pelintasan kereta api perlu dilihat dari dua sisi. Pertama, dari kestabilan struktur jalur rel (rail track structure). Kedua, dari sisi struktur jalan raya (road structure). Sebab, kerusakan ini berulang kali terjadi.

“Beban kereta api yang melintasi crossing ini bisa dihitung. Begitu juga dengan volume dan beban kendaraan (mobil dan sepeda motor). Jadi, penangananya relatif lebih mudah karena deteksi kerusakan akibat beban lalu lintas mudah diukur,” ujarnya.

“Tetapi, analisis rail track structure dan road structure masih agak abai diteliti. Karena itu, saya menyarankan PT Kereta Api Indonesia (KAI) perlu mengidentifikasi kondisi struktur jalan keretanya di bagian yang selalu merusak struktur di sekitarnya, sebelum menangani kerusakannya secara konvensional,” sambung Ilham.

Apalagi, setiap ballast dimantapkan secara ulang oleh pekerja dari PT KAI. Mereka merusak struktur badan jalan sebelumnya. Lalu, ditambal tanpa memperhatikan kekuatan struktur jalan dan interaksinya dengan struktur trek kereta api. Kualitas perbaikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan akan menimbulkan kerusakan yang berulang- ulang terjadi.

Mengenai penggunaan pelat baja atau perkerasan rigid atau lentur pada struktur jalan, menurut dosen Fakultas Teknik UBL itu, sangat bergantung pada kondisi teknis di lapangan. Setiap kerusakan di lapangan memang akan selalu disebabkan kesalahan input data kondisi struktur di lokasi.

“Kemudian, akhirnya menyebabkan kerusakan secara berulang, dan menimbulkan ketidaknyamanan pada pengguna lalu lintas,” kata dia.(*)

Baca juga Lubang Menganga di Lintasan Kereta Api Jalan HOS Cokroaminoto

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Hingga 20 Desember, Chandra Mart MBK Bandar Lampung Diskon 30% Pohon Natal

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Mart di Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan diskon sebesar 30% bagi pembeli …