Hari Toilet Sedunia, YKWS-Pemkab Pringsewu Gelar Sanitation Goes to Campus


WAKIL Bupati Pringsewu Fauzi (duduk 5 dari kiri), Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati (duduk 4 dari kiri) berfoto bersama peserta dan panitia acara STGC di STMIK Pringsewu, Senin, 19/11/2018 | ist

PRINGSEWU, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Sanitation Goes to Campus (STGC) di kampus STMIK Pringsewu, Senin, 19/11/2018. Bertema “Mahasiwa Terus Berprestasi Mahasiswa Peduli Sanitasi”, acara ini untuk memperingati Hari Toilet Sedunia 2018.

“Sanitation Goes to Campus ini merupakan upaya untuk memicu generasi muda, khususnya mahasiswa, supaya peduli terhadap persoalan sanitasi di Provinsi Lampung,” kata Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati dalam siaran pers yang diterima duajurai.co

STGC dihadiri sekitar 250 mahasiswa perwakilan BEM dan UKM perguruan tinggi di Pringsewu dan Bandar Lampung. Hadir pula Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, dan sejumlah pejabat OPD setempat.

Baca juga

Buset, Hari Gini 1,3 Juta Penduduk Lampung Belum Bertoilet Sehat

<strong>Wooww…Masih Banyak Warga Lampung BAB di Sungai, Kolam, dan Pantai

5 Wilayah di Lampung dengan Kondisi Sanitasi Terburuk

Febrilia menerangkan, tema Hari Toilet Sedunia 2018 adalah Solusi Sanitasi Berbasis Alam. Solusi dimaksud memanfaatkan kekuatan ekosistem untuk membantu ‘mengobati’ kotoran manusia sebelum akhirnya dikembalikan ke alam.

“Tujuan kampenye ini untuk memastikan setiap orang memiliki toilet yang layak pada 2030. Target ini tercantum dalam poin enam Suistainable Development Goals (SDGs) tentang sanitasi dan air,” bebernya.

Pemerintah Indonesia, sambung Febrilia, menargetkan pencapaian 100% universal akses sanitasi pada 2019. Ini sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019.

Sementara Wakil Bupati Fauzi dalam sambutannya mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk turut peduli terhadap persoalan sanitasi.

“Mahasiswa bisa menjadi agen perubahan untuk perilaku hidup bersih dan sehat. Mahasiswa harus berperan aktif untuk pencapaian universal akses sanitasi, melalui inovasi dan kegiatan-kegiatan positif,” kata Fauzi.

“Perilaku BABS di sungai, kolam, pantai dan kebun membuat kondisi lingkungan menjadi tidak sehat. Kondisi sanitasi yang buruk juga mengakibatkan terjadinya stunting atau gagal tumbuh balita,” sesalnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hingga 20 Desember, Chandra Mart MBK Bandar Lampung Diskon 30% Pohon Natal

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Mart di Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan diskon sebesar 30% bagi pembeli …