MUI Lampung Gelar Akademi Dai Wasathiyah 13-15 Desember


KETUA MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung akan menggelar Akademi Dai Wasathiyah. Rencananya, akademi tersebut dihelat di Wisma Haji, Lungsir, Bandar Lampung, 13-15 Desember 2018.

“Penataan, pembekalan, dan pelatihan kader dakwah yang berwawasan moderat (wasathiyah), yang mencintai tanah air (hubbul wathan), dan perekat NKRI perlu untuk digalakkan. Hal ini untuk menjaga tetap tegaknya NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 dari tafsir-tafsir lain yang bisa merusaknya,” kata Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid, seperti dikutip dari laman NU, Selasa, 13/11/2018.

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung itu mengatakan, peserta Akademi Dai Wasathiyah merupakan utusan MUI kabupaten/kota, ormas Islam, pondok pesantren di Provinsi Lampung. Untuk angkatan pertama, Akademi Dai Wasathiyah akan diikuti sebanyak 40 peserta. Nantinya, mereka diseleksi sesuai standar kualifikasi yang ditetapkan MUI Lampung.

Kualifikasi dimaksud antara lain mampu membaca Alquran dengan baik, menguasai bahasa Arab, diutamakan alumni pesantren dan atau sarjana agama. Kemudian, memiliki motivasi tinggi untuk menjadi dai professional, sehat jasmani dan rohani, memiliki kemampuan ceramah (public speaking) dan menulis berita, bersedia tinggal di asrama selama pelatihan, dan berusia 22-50 tahun.

Khairuddin melanjutkan, para peserta akan mendapat berbagai materi yang akan menjadi modal bagi mereka saat terjun ke tengah-tengah masyarakat. Materi tersebut di antaranya tentang fiqh dakwah dan metodologi dakwah wasathiyah pada era kontemporer, bahaya paham radikal di Indonesia dan pencegahannya, sosiologi dan psikologi dakwah. Selain itu, public speaking dan retorika dakwah, sosiologi dan psikologi dakwah, serta materi lain seperti olah fisik, hati, dan olah jiwa.

“Kami berharap, para dai di Lampung meningkat secara kualitas, baik dari penguasaan materi dakwah (maddah), cara berfikir moderat (manhaj wasathiyah), maupun media (washilah) serta memahami kearifan lokal (local wisdom) dan dinamika sosial. (Hal itu) untuk keberhasilan tugas dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.(*)

Baca juga Milad ke-44, MUI Lampung Gelar Lomba Menulis Naskah Khotbah Jumat


Komentar

Komentar

Check Also

LBH Bandar Lampung Gelar Serah Terima Jabatan Direktur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menggelar serah terima jabatan (sertijab) direktur LBH periode 2018-2021. …