Pedagang Pasar Bambu Kuning Keluhkan Sampah di Eskalator


KOTAK sampah di eskalator di lantai satu Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, penuh sampah, Senin, 12/11/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pedagang di Pasar Bambu Kuning mengeluhkan sampah di sekitar eskalator. Pasalnya, sampah yang menumpuk di sana memberi kesan kumuh.

“Tangganya jarang dibersihkan. Sampah di kotak sampah juga tidak pernah dibuang. Jadi, menumpuk dan berserakan di pinggir tangga,” kata Armen (50), pedagang pakaian wanita, kepada duajurai.co di lantai dua Pasar Bambu Kuning, Tanjungkarang, Kota Bandar Lampung, Senin, 12/11/2018.

Dia mengatakan, selain sampah jarang diambil petugas kebersihan, juga banyak anak muda kongko di sekitar eskalator pada sore hari. Mereka membuang sampah di sembarang tempat.

“Biasanya, banyak yang nongkrong di situ, sore hari. (Mereka) buang sampah di tangga. Kadang mereka buang air bekas minuman di tangga, gimana tangga enggak rusak,” ujarnya.

Okta (30), pedagang pakaian pria, menyatakan, seyogianya, pihak kebersihan bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan Pasar Bambu Kuning. Misal, rutin mengambil sampah dari pasar tersebut. Sehingga, eskalator di lantai satu Pasar Bambu Kuning tidak terlihat kumuh.

“Tempat sampah terletak di bawah tangga jalan, semestinya tidak diletakkan di situ. Letakkan di tempat yang semestinya, sehingga elok dipandang orang,” kata dia.(*)

Baca juga Patungan Demi Eskalator, Pedagang Lantai Dua Bambu Kuning Rogoh Kocek Pribadi

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Ironi Pembuat Tempe, Cuci Kedelai di Kali Belau Dialiri Limbah (1)

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kali Belau terlihat tenang. Airnya berwarna kehijauan. Sampah tersangkut di antara berbatuan. Selang-selang …