Disemprot Air Damkar, Perlakuan Terhadap Waria di Pesisir Barat Tuai Kecaman


TIGA perempuan transgender ditangkap di kawasan Pantai Labuhan Jukung, Kabupaten Pesisir Barat, Jumat malam lalu, 2 November 2018. Mereka kemudian disemprot air menggunakan mobil pemadam kebakaran yang dianggap sebagai bentuk “mandi wajib” untuk membersihkan diri setelah hubungan seksual. | Yosef Riadi/HRW

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah elemen di antaranya LBH Bandar Lampung, Lembaga Advokasi Perempuan Damar, PBHI Lampung, dan Gaya Lentera Muda Lampung (Gaylam) mengecam perlakukan terhadap tiga waria yang terjaring razia di kawasan Pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pasalnya, perlakuan terhadap mereka merupakan bentuk diskriminasi.

Dalam razia dimaksud, ketiga waria tersebut dibawa ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Pesisir Barat. Kemudian, mereka disemprot dengan air damkar. Setelah itu, dilakukan foto bersama dengan maksud untuk mempermalukan dan merendahkan martabat manusia. Para korban diperbolehkan pulang usai masing-masing disuruh bernyanyi.

“Kami mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan diskriminasi yang dilakukan oleh oknum Sat Pol PP Pesisir Barat terhadap ketiga korban,” kata Anugrah Prima mewakili eleman dalam siaran pers yang diterima duajurai.co, Senin, 12/11/2018.

Menurutnya, perbuatan oknum Sat Pol PP Pesisir Barat merupakan bentuk pelanggaran hukum. Sebab, UUD 1945 Pasal 281 ayat (2) mengatur, “Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.”

Hal serupa juga termaktub dalam Pasal 33 UU 39/1999 tentang HAM. Bunyinya, “Setiap orang berhak bebas untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya.”

Pun demikian dengan UU Nomor 5 Tahun 1998 tentang Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan Marabat Manusia. Pasal 28 G ayat (1) mengatur bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

“(Kami mendesak) pengusutan tuntas semua yang terlibat dan bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum Sat Pol PP Pesisir Barat terhadap ketiga korban,” ujar Anugrah.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pesisir Barat melakukan razia di kawasan Pantai Labuhan Jukung, Jumat malam, 2 November 2018. Dalam razia tersebut, anggota Pol PP menjaring tiga orang yang diduga lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Mereka adalah Robiansyah (26) warga Kampung Baru, Kecamatan Way Krui; Yogi Pranata alias Melodi (25) dan Julius alias Juve (28), keduanya warga Kabupaten Muara Dua, Sumatra Selatan.(*)

Baca juga Human Rights Watch Soroti Penangkapan LGBT di Pesisir Barat Lampung


Komentar

Komentar

Check Also

Hingga 20 Desember, Chandra Mart MBK Bandar Lampung Diskon 30% Pohon Natal

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Mart di Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan diskon sebesar 30% bagi pembeli …