Tinjau Kubangan Pasar Smep, Diky Hidayat: Potensi Pencemaran E Coli Begitu Tinggi


DIKY Hidayat foto selfie di kubangan Pasar Smep, Kamis, 8/11/2018. | dok. Diky Hidayat

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengamat lingkungan Diky Hidayat bersama dua mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lampung (Unila) meninjau kubangan di kompleks Pasar Smep, Bandar Lampung, Kamis, 8/11/2018. Dosen Fakultas MIPA itu tampak kaget begitu melihat langsung kondisi kubangan.

“Saya baru tahu kolam kubangan ini. Kolam ini ternyata isinya sebagian besar sampah pasar, seperti sampah ayam, ikan, sayur, dan macam lainnya,” kata Diky kepada duajurai.co via telepon.

Menurutnya, limbah di dalam kubangan tersebut terurai dan masuk ke lapisan air tanah. Pada akhirnya, menyebar di lapisan air tanah di kawasan tersebut.

“Makanya, air sumur warga setempat pasti tercemar. Potensi pencemaran bakteri E Coli begitu tinggi, apalagi sudah enam tahun. Maka, penguraian sampah organik telah masif,” ujarnya.

Sejumlah air sumur warga di kompleks Pasar Smep tercium aroma kurang sedap, seperti bau busuk dan bau karat. Hal tersebut semenjak ada kubangan di Pasar Smep yang berisi berbagai jenis sampah dan bangkai hewan. Menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, air dalam kubangan tersebut dapat meresap ke tanah dan mencemari sumur warga setempat. Berdasar hasil pengujian Balai Laboratorium Kesehatan Lampung, sampel air sumur di sana positif mengandung bakteri Coliform yang melebihi ambang batas, yakni 280.(*)

Baca juga Hearing Soal Air Sumur Warga Pasar Smep Tercemar Bakteri Coliform Batal

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Yuk Icip-icip Jajanan Kekunoan vs Kekinian di Chandra Kuliner 2018

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Kuliner kembali digelar. Tahun ini, tema yang diangkat adalah kuliner …