Cegah Penularan HIV, Ikatan Perempuan Positif Indonesia Lampung Gandeng Stakeholder


Pelatihan fasilitator buku”Petualangan Arumi” oleh IPPI /ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung menggandeng berbagai stakeholder untuk pencegahan penularan virus HIV pada perempuan dan anak. Melalui pelatihan fasilitator buku “Petualangan Arumi”, kegiatan tersebut melibatkan tenaga medis, anggota IPPI dan lembaga masyarakat yang konsen terhadap masalah perempuan dan anak.

Ade Komariah, Ketua IPPI Lampung mengatakan, ibu rumah tangga dan anak banyak menjadi tertular HIV dari suaminya yang beresiko. “Penularan yang tidak disadari oleh perempuan dari pasangannya juga berdampak pada janin yang ada dalam kandungannya,” kata Ade Komariah melalui rilisnya.

Data yang terhimpun, lanjut Ade, penyebaran HIV pada ibu rumah tangga mencapai 1.200 pasien yang terperiksa di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Sedangkan pada anak mencapai 60 orang. Angka tersebut justru lebih kecil sebarannya di kalangan populasi kunci.

“Angka tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Dalam pencegahan dan penanganannya tidak bisa dilakukan oleh IPPI sendiri atau lembaga Orang dengan HIV (ODHA) lainnya atau bahkan dibebankan sepenuhnya pada pihak kesehatan saja. Karena itu, kami menggandeng dari berbagai lembaga lainnya untuk saling bersinergi mengurai permasalahan ini,” kata dia.

Selain pihak kesehatan dan tenaga medis, dia juga mengajak lembaga masyarakat yang konsen terhadap masalah perempuan dan anak seperti PUSPA Lampung, DAMAR, PKBI Lampung, Dinas PP-PA Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan unsur lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masing-masing pihak sebenarnya memiliki program yang beririsan yang menyasar pada perempuan dan anak khususnya masalah hak kesehatan seksual reproduksi. “Karenanya, kegiatan pertemuan itu menyepakati untuk saling bersinergi dalam program pencegahan penyebaran HIV baru,” ujarnya.

Buku “Petualangan Arumi” tersebut sebagai petunjuk pencegahan penularan HIV pada Ibu dan Anak (PPIA) dan hak kesehatan seksual reproduksi (HKSR). Buku PPIA sebagai pedoman pencegahan, penanganan serta dukungan dari masyarakat dan tenaga medis dalam rangka menekan laju penularan HIV menumbuhkan kesadaran seksual pada perempuan.

“Karena sebenarnya, menularkan virus atau penyakit menular tanpa dikehendaki adalah bentuk dari kekerasan,” tutupnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Yuk Icip-icip Jajanan Kekunoan vs Kekinian di Chandra Kuliner 2018

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Kuliner kembali digelar. Tahun ini, tema yang diangkat adalah kuliner …