FEB Unila Gelar FGD dengan Media Massa Soal Pariwisata Daerah


FEB Unila menggelar focus group discussion (FGD) dengan media massa, Rabu, 7/11/2018. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) menggelar focus group discussion (FGD) dengan media massa. Kegiatan berlangsung di Gedung D1 FEB Unila, Bandar Lampung, Rabu, 7/11/2018.

Dalam FGD tersebut, FEB Unila menghadirkan Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, sebagai narasumber. Sedangkan peserta FGD terdiri dari pemimpin redaksi maupun jurnalis dari media massa di Lampung. kemudian, sejumlah kepala desa dan perwakilan Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung.

Mengangkat tema “Memperkuat Perekonomian Nasional: Dukungan Lembaga Keuangan dalam Pengembangan Pariwisata Daerah”, FGD dimulai dengan membahas pemanfaatan dana desa dalam pembangunan ekonomi. Peserta FGD masing-masing memberikan pandangannya mengenai pembangunan ekonomi di desa yang disebut belum memaksimalkan dana desa.

“Persoalan anggaran dana desa, beberapa persen hanya untuk infrastruktur. Padahal, mestinya bisa juga digunakan untuk pembangunan ekonomi. Tapi, sampai saat ini, baru untuk infrastruktur. Itu pun hanya perbaikan, bukan pembangunan baru. Hal demikian yang jadi persoalan di desa kami,” kata perwakilan SPI Lampung bernama Muslim, warga Limau, Kabupaten Tanggamus.

Menanggapi hal itu, Erani mengatakan, penggunaan dana desa memang masih terfokus pada infrastruktur. Sebab, sebanyak 64% desa di Indonesia masih tergolong desa tertinggal yang memiliki infrastruktur buruk. Karena itu, perlu dimaklumi bahwa dana desa untuk kepentingan infrastruktur. Bahkan, infrastruktur untuk desa berkembang pun masih buruk.

“Tapi, membangun infrastruktur juga mesti hati-hati. Sebab, setiap desa punya karakter yang berbeda-beda,” ujarnya.

Namun demikian, dia berharap, pemanfaatan dana desa tak terus-terusan fokus pada infrastruktur. Sebab, banyak hal yang perlu mendapat perhatian di desa, termasuk pengembangan ekonomi dari sektor pertanian.

“Saya berharap, ke depan pemanfaatan dana desa itu lebih kreatif, sesuai kebutuhan masing-masing desa,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Diskusi Refleksi Kontrol Media, Yoso Muliawan Bahas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung Yoso Muliawan mengatakan, menjadi jurnalis …