Syuting di Lampung, Film “Wahana Rumah Hantu” Tayang di Bioskop 8 November


Dari kanan ke kiri: Pemilik Lembah Hijau Irwan Nasution, Michelle, Anto Lupus, Fanny, dan Manager Marketing Lembah Hijau Yudi saat konferensi pers di Lembah Hijau, Selasa, 6/11/2018. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Provinsi Lampung kembali dipilih menjadi lokasi syuting film. Pada 8 November mendatang, Film “Wahana Rumah Hantu” akan tayang di bioskop di Indonesia.

Anto Lupus, Sutradara Film Wahana Rumah Hantu, mengatakan, film bergenre horor komedi tersebut mengambil lokasi syuting sepenuhnya di Bumi Ruwa Jurai. Semua nama lokasi, termasuk nama pemain, menggunakan nama aslinya dalam film.

“Kami syuting di Wahana Rumah Hantu di Taman Wisata & Taman Satwa Lembah Hijau. Selain itu, di Sekolah Baitul Jannah Bandar Lampung, dan Pulau Pahawang,” kata Anto saat konferensi pers di Lembah Hijau, Selasa, 6/11/2018.

Selain mengambil lokasi syuting di Lampung, pihaknya juga melibatkan sejumlah warga Lampung. Mereka di antaranya atlet renang yang juga siswi SMAN 14 Bandar Lampung Fanny Maharani, serta Michelle Masayu. Lalu, lurah di Pulau Pahawang dan warga setempat.

“Pemain film yang dari Lampung benar-benar bermain dalam film ini. Bukan hanya sekadar jadi figuran. Bahkan, peran hantu penghuni wahana rumah hantunya juga warga Lampung, yakni Michelle Masayu,” ujarnya.

Anto melanjutkan, dalam film berdurasi 114 menit itu, pihaknya menggandeng beberapa artis, antara lain Natalie Sarah, Ginanjar 4 Sekawan, Renald Ramadhan, Adzwa Aurell, dan Nadira Sungkar. Selain mereka, terlibat juga sejumlah pemain baru yang belum pernah syuting.

“Kami mengadakan audisi yang diikuti sebanyak 250 peserta dari seluruh Indonesia. Karena itu, pemain film ini banyak wajah baru, termasuk Dizet Atshilla. Ada pula pemain yang berasal dari Biak, Papua,” kata dia.

Pria yang terkenal dengan karya Film “Lupus” pada 1990’an itu menambahkan, Film “Wahana Rumah Hantu” diproduksi oleh Komando Productions dan Swarna Productions. Diproduseri oleh Eko Patrio, film ini tak hanya menyajikan cerita horor. Tetapi, juga dicampur dengan unsur komedi dan kisah cinta yang romantis.

“Horor itu bumbunya saja. Saya tetap menggarap film remaja komedi, film keluarga. Walaupun horor, film ini tak menakuti, tapi mengagetkan saja,” kata Anto.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Ada Live Music, RM Ayam Goreng Wahyu Bisa Jadi Pilihan untuk Gelar Acara

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Haji Wahyu bisa menjadi pilihan untuk menggelar acara. …