BI Lampung: Waspadai Risiko Tekanan Inflasi Hingga Akhir 2018


Inflasi | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memandang perlu mewaspadai risiko tekanan inflasi hingga akhir tahun 2018. Hal itu mencermati perkembangan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2018 sebesar 0,05% month to month (mtm) serta inflasi selama tiga tahun terakhir 0,23% mtm.

Berdasar siaran pers yang diterima duajurai.co pada Jumat, 2/11/2018, perlu langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkret, terutama untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Pertama, kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam memastikan ketersediaan cadangan beras, serta keterjangkauan harga komoditas tersebut di pasar.

Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP CBP), penjualan mobile oleh Bulog, dan Toko Pangan Kita maupun percepatan Penyaluran Bansos Rastra perlu terus dilaksanakan secara efektif mengingat harga di pasaran terpantau mulai meningkat. Pemonitoran informasi harga secara rutin dapat dilaksanakan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Sehingga, menjadi acuan langkah stabilisasi harga ke depan oleh pemerintah maupun TPID kabupaten/kota.

Kedua, memastikan bahwa sentra produksi pangan tidak mengalami gangguan yang berarti. Kemudian, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat cadangan pangan daerah sebagai antisipasi gangguan cuaca.

Ketiga, menjajaki aplikasi teknologi pascapanen, seperti pengawetan cabai dan bawang. Hal tersebut sebagaimana mulai diterapkan di provinsi lain dengan Controlled Atmosphere Storage (CAS). Sehingga, produk pertanian dan hortikultura yang mudah terpengaruh cuaca menjadi lebih awet.

Keempat, meminimalkan dampak inflasi yang disebabkan oleh kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di antaranya dengan menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi BBM, terutama di jalur utama angkutan barang. Selain itu, koordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah potensi penimbunan juga menjadi penting, disamping sosialisasi mengenai penggunaan BBM nonsubsidi untuk masyarakat yang mampu secara finansial.

Kelima, mendorong masyarakat untuk merencanakan liburan akhir tahun dengan lebih baik. Caranya, antara lain dengan memesan tiket pesawat udara lebih awal. Sehingga, dapat mengurangi lonjakan permintaan pada akhir tahun.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Selain Ekspor, Nilai Impor Lampung Juga Turun pada Februari 2019

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Selain ekspor, nilai impor Provinsi Lampung juga mengalami penurunan. Pada Februari 2019, nilai …