Fokus Soal Stunting, ini Upaya yang Dilakukan Pemprov Lampung


Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebijakan Intervensi Program Spesifik dan Sensitif di Lokus Penanganan Stunting Terintegrasi Provinsi Lampung Tahun 2018-2019 di Ruang Rapat Bappeda, Kamis, 25/10/2018 | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Persoalan kekurangan gizi (stunting) atau tinggi badan anak tidak sesuai standar menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi Lampung. Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan, gizi buruk merupakan masalah nasional. Bappenas mencatat ada 9 juta anak yang mengalami stunting.

“Stunting lebih dari sekadar masalah tinggi badan. Hal itu karena stunting juga berkaitan dengan kecerdasan anak,” kata Taufik pada Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebijakan Intervensi Program Spesifik dan Sensitif di Lokus Penanganan Stunting Terintegrasi Provinsi Lampung Tahun 2018-2019 di Ruang Rapat Bappeda, Kamis, 25/10/2018.

Taufik mengatakan, sebenarnya ada beberapa upaya Pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten/kota untuk memerangi masalah gizi tersebut.

“Seperti percepatan pembangunan kesehatan, program penyediaan pemukiman perkotaan dan pedesaan, program penyehatan lingkungan, dan gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan, mencakup upaya yang spesifik maupun yang sensitif,” ungkapnya seperti yang tertuang dalam rilis yang diterima duajurai.co.

Taufik yang juga Kepala Bappeda Provinsi Lampung itu mengharapkan, melalui kegiatan FGD tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung dapat berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang menjadi Locus Pilot Project dalam penanganan permasalahan stunting di Provinsi Lampung.

“Kami berharap lewat kegiatan ini, pemerintah dapat lebih menggali akar masalah stunting sehingga ke depan lebih fokus terhadap program dan lebih meningkatkan sinergi serta kinerja dalam mengatasi stunting,” ujar Taufik.

Selain itu, pihak non pemerintah, swasta, dan masyarakat juga harus turut mengambil bagian untuk memeranginya. Masyarakat mesti lebih sadar akan pentingnya kebersihan sanitasi. “Hal itu bisa menjadi salah satu penyebab stunting,” sambungnya.

Sementara Bustanul Arifin, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila) mengatakan, program penanganan kasus stunting di Provinsi Lampung, sesuai pakem yang ada. Ia berharap program yang ada tidak hanya fokus pada urusan penanggulangan kasus stunting saja, namun juga program pencegahannya.

“Ini penting, karena terkadang kita hanya fokus pada program penanggulangan. Sedangkan program pencegahannya masih kurang, padahal program pencegahan itu dampaknya lebih luas dan lebih signifikan,” kata Bustanul.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hingga 20 Desember, Chandra Mart MBK Bandar Lampung Diskon 30% Pohon Natal

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Chandra Mart di Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan diskon sebesar 30% bagi pembeli …