Gobela, Keripik Balado Ikan Kalapan Inovasi Mahasiswa Darmajaya Lampung


BELLA Cahya Kusuma dan Ilham Arif Wijaya memperkenalkan Gobela kepada Ketua Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi (tengah), kemarin. | Yayasan Alfian Husin

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bella Cahya Kusuma, mahasiswa Jurusan Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, bersama rekannya, Ilham Arif Wijaya, memperkenalkan Gobela kepada Ketua Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi, kemarin. Gobela merupakan keripik balado ikan Kalapan.

“Awal Gobela berdiri adalah keripik pisang rasa. Karena terlalu banyak kompetitor, maka kami berlalih ke crispy ikan Kalapan pedas,” kata Bella melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Jumat, 19/10/2018.

Dia mengatakan, sebelum membuat keripik tersebut, pihaknya lebih dahulu survei ke sejumlah pasar dan nelayan. Mereka menanyakan ikan apa yang banyak diminati masyarakat, namun masih sedikit yang menjualnya. Lalu, tercetuslah membuat balado ikan Kalapan.

“Selain mengandung banyak gizi, ikan ini juga disukai masyarakat. Alhamdulillah, soft opening respons pasar baik, dan rencana ke depan produk ini akan dipajang di toko oleh-oleh sepanjang Jalan Pagaralam (Gang PU), Bandar Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Andi mengapreasi apa yang dilakukan Bella dan rekannya. Mantan Rektor IIB Darmajaya itu mengatakan, ketika memilih menjadi seorang entrepreneur, maka harus siap dengan segara risiko yang akan terjadi di pasar. Tapi, risiko itu bisa diminimalkan dengan membuat masterplan jangka panjang dan pendek.

“Tak hanya perusahaan yang harus mempunyai masterplan jangka panjang dan pendek, kalian juga harus ada. Ini untuk meminimalkan kerugian. Kan impian kalian ingin membawa produk ini menjadi besar, maka harus kalian lakukan sejak usaha ini kecil,” kata dia.

Andi juga berpesan bahwa persaingan dunia bisnis sangat ketat, terutama usaha di bidang kuliner. Untuk itu, jangan cepat merasa puas, terus berinovasi dan ambil peluang. Jangan terpaku dengan satu brand yang sudah dihasilkan.

”Era sekarang, persaingan di dalam negeri saja sudah ketat, apalagi di dunia. Untuk mempersiapkan itu saya hanya perpesan, jangan cepat puas dengan hasil yang kamu peroleh hari ini. Bisa jadi tahun depan pasar sudah berubah. Kamu harus pintar melihat celah dan berinovasi, sehingga brand Gobela bisa bertahan,” ujarnya.

Gobela adalah salah satu brand yang memenangkan kompetisi Darmajaya StartUp Competition (DSC) 2018. Bella dan Ilham pun mendapat bantuan dana bergulir dari kampus senilai Rp6 juta rupiah. Pada tahun yang sama dalam kategori food, ada dua brand lagi yang mendapatkan akses bantuan modal usaha bergulir, yaitu founder batobi (batagor ubi) dan founder Rotbal (roti bantal) masing-masing senilai Rp8,5 Juta. Sedangkan kategori digital ada founder nurse (aplikasi penyedia perawat) dengan akses bantuan total Rp10 Juta.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ada Live Music, RM Ayam Goreng Wahyu Bisa Jadi Pilihan untuk Gelar Acara

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Haji Wahyu bisa menjadi pilihan untuk menggelar acara. …