Sabtu Malam, AYA Dance Theater Belanda Tampilkan “VEIL” di DKL PKOR Way Halim


POSTER Veil | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kedutaan Besar Belanda melalui Erasmus Huis, kembali melakukan lawatan kesenian ke Provinsi Lampung. Kali ini, mereka menampilkan pertunjukan tari kontemporer bertajuk “VEIL” yang dipentaskan oleh AYA Dance Theater.

Menurut Dian Anggraeni, pelaksana acara, acara akan berlangsung di Dewan Kesenian Lampung, komplek PKOR Way Halim Sabtu malam, 20 Oktober 2018, mulai pukul 19.30 WIB.

“AYA Dance Theater akan menampilkan kreasi teater tari (dance theater),” katanya dalam rilis yang diteriam duajurai.co, Kamis, 18/10/2018.

Muhibah seni Kedubes Belanda ini merupakan kali ke empat. Tahun-tahun sebelumnya bertempat di Taman Budaya Lampung, Erasmus Huis mempersembahkan dua kali penampilan musik klasik dan sekali musik indie dari Negeri Kincir Angin.

Dian Anggraeni meneruskan, saat ini seni cenderung dijadikan media untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan dialektika masyarakat terhadap budaya pada era globalisasi. Salah satu contohnya adalah pertunjukan AYA Dance Theatre yang merupakan kritik sosial dari dialektika masyarakat di Belanda.

“Mereka mengangkat keadaan masyarakat di Belanda saat ini. Disinggung pula keberadaan keluarga muslim di Belanda<” kata Dian.

Pesan yang hendak disampaikan oleh Wies Bloemen selaku konseptor tak hanya terkait nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang harus dijaga dalam lingkup antropologi masyarakat Belanda itu “sendiri.

“Ditawarkan pula teater tari yang cenderung kepada bentuk-bentuk gerak tari kontemporer dengan alur cerita dan simbol-simbol. Kesemuanya dinilai mampu mewakili pesan yang hendak disampaikan.” lanjutnya.

VEIL akan ditampilkan 10 orang penari asal Belanda antara lain Philippe Gabrielle E Vansweevelt, Mouna Laroussi Tahiri, Louise Lucie Maria Bloemen, Laila El Bazi, dan Karima El Fillali. Kemudian, Pieter Hendrikus Paulus Janssen, Constantin Trommlitz, Cherif Zaouali, Manuel Marcel Marie Segond von Banchet, dan Nicky van Doesum.

“Diharapkan dengan penampilan mereka, seniman di Lampung dapat memperoleh pencerahan terkait estetika gerak dance theater,” pungkas Dian.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Inilah Harga Menu Rumah Makan Ayam Goreng Haji Wahyu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah Makan (RM) Ayam Goreng Haji Wahyu di Jalan Pangeran Emir …