Itera Juara Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung 2018


PENJABAT Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis (tujuh dari kiri) foto bersama para pemenang Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung di Hotel Emesia, Bandar Lampung, Selasa, 16/10/2018. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Institut Teknologi Sumatra (Itera) berhasil menyabet juara pertama Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung untuk kategori peneliti. Kampus tersebut menghasilkan karya Akses Angsuran Syariah untuk Mahasiswa Indonesia.

Kemudian, kategori umum berhasil dimenangkan Iyan Nurdiansyah dari Lampung Barat dengan judul Mesin Penik (Pencuci Biji Kopi). Lalu, kategori pelajar diperoleh Andi Rahman Arafat, siswa SMAN 9 Bandar Lampung, dengan karya teknologi terapan Lampung Sein Kendaraan Bermotor dengan Auto Stop System (Ptototype).

Selain memperoleh hadiah dengan total senilai Rp90 juta, para pemenang juga memperoleh beasiswa program S-1 dari Universitas Bandar Lampung (UBL) dengan total lebih dari Rp403  juta. Penetapan pemenang berdasar Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/357/VI.06/HK/2018  tentang Pemenang Anugerah Inovasi Daerah Provinsi Lampung Tahun 2018. Penghargaan bagi para pemenang diserahkan Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Hamartoni Ahadis di Hotel Emesia, Bandar Lampung, Selasa, 16/10/2018.

“Harapannya, penghargaan ini memotivasi masyarakat, peneliti, dan pelajar untuk menciptakan karya ilmiah yang implementatif bagi Provinsi Lampung,” kata Hamartoni melalui keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan, tahun ini, Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung mengalami masa terbaiknya. Hal itu dibuktikan dengan keterlibatan 151 peserta/judul yang telah mendaftar di tiga kategori, yaitu peneliti, pelajar, dan masyarakat. Seluruh peserta telah mengikuti berbagai tahapan lomba.

Selain menyerahkan penghargaan Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Pengembangan Klaster Inovasi Ubikayu Provinsi Lampung dengan tema “Inovasi Produk Unggulan Daerah untuk Hilirisasi Komoditas Ubikayu”. Seperti diketahui, Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil ubikayu terbesar di Indonesia dengan produktivitas hingga 7,4 juta ton per tahun.

Melimpahnya produksi di sektor hulu ini membuat pertumbuhan di sektor hilir, terutama pertumbuhan industri berbasis bahan baku singkong, seperti pabrik tepung tapioka, sorbitol, dextrose, bioetanol, serta pabrik gaplek untuk pakan ternak. Pertumbuhan sektor hilir itu diharapkan tidak hanya pada level industri besar, tetapi di level usaha kecil menengah yang cenderung padat karya dan lebih mudah dilakukan oleh masyarakat.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Penggiat Seni Marga Telukbetung Anjang Silau ke Teluk Semaka Tanggamus

KOTA AGUNG, duajurai.co – Penggiat seni Bandar Lampung marga Telukbetung anjang silau (kunjungan) ke Teluk …