Merusuh, Orang Gila Lempar Mobil-Pecahkan Gelas di Antasari Bandar Lampung


ANGGOTA Polsek Tanjungkarang Timur memborgol orang gila yang berbuat rusuh di seberang Kantor Pos, Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Senin malam, 15/10/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Seorang pria kurang waras berbuat rusuh di Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Senin jelang malam, 15/10/2018. Lelaki bertelanjang dada yang memakai sarung itu melempar mobil di Showroom Fahmi, dekat Bank Lampung.

“Saya dihubungi seorang warga sekitar jam setengah enam sore tadi. Katanya, ada orang gila yang meresahkan. Lalu, saya langsung ke lokasi. Saya tangkap dan saya borgol. Rencananya, kami akan membawa orang gila tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung di Kurungan Nyawa, Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran,” kata Brigadir Polisi Kepala Firman Yuriswan, Babinkamtibmas Sukamulya, di lokasi kejadian.

Hal senada disampaikan Adi Rahmat (35), warga setempat. Dia mengatakan, lelaki sakit jiwa itu mengacau sejak sore tadi. Tak hanya menimpuk mobil, yang bersangkutan juga sempat memecahkan gelas di tengah jalan. Kemudian, merusak tanaman mulai dari depan Alfamart hingga depan Kantor Pos Antasari.

“Dia merusak tumbuhan itu dari Alfamart sampai kantor pos. Memang dari tadi meresahkan warga setempat. Kalau saja dia menimpuk mobil saya, akan saya timpuk juga dia,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, warga berbondong-bondong melihat polisi menangkap orang gila tersebut. Sejumlah pengendara yang melintas pun berhenti sejenak untuk melihat apa yang terjadi. Saat ini, orang gila itu telah diamankan anggota Polsek Tanjungkarang Timur. Sambil menunggu mobil patroli, aparat memborgol kedua tanggan pria tak waras tersebut.(*)

Baca juga Berkeliaran di Lokasi Lampung Fair, Orang Gila Masuk Posko Kesehatan

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

e-KTP Tak Kunjung Selesai, Mantan Dekan UBL Jauhari Zailani: Aneh, Kabarnya Sehari Jadi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengurusan KTP elektronik alias e-KTP di Kota Bandar Lampung belum reda …