Bulog Lampung: Kesulitan Petani Mengairi Sawah Pengaruhi Harga Beras


Rafki Ismael, Kasi Sekretariat Umum dan Humas Bulog Divre Lampung | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Lampung menyatakan, kesulitan petani dalam mengairi sawah memengaruhi harga jual beras. Bila mereka kesulitan, maka harga beras di pasaran dipastikan naik.

“Karena air irigasi tidak cukup, mereka berinisiatif mengairi sawah dengan mesin pompa. Menggunakan mesin pompa kan harus mengeluarkan biaya. Nah, itu yang berdampak meningkatnya harga jual beras,” kata Rafki Ismael, Kasi Sekretariat Umum dan Humas Bulog Divre Lampung, kepada duajurai.co di kantornya, Kamis, 11/10/2018.

Untuk itu, pihaknya relatif sering mendatangi sejumlah pasar. Tujuannya, menjual beras Bulog agar harga bahan kebutuhan pokok tersebut stabil. Sehingga, beban masyarakat, khususnya yang kurang mampu, tidak begitu berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Soal kenaikan (beras) itu sudah menjadi tren. Namanya hukum ekonomi, apabila permintaan banyak, tapi stok barang sedikit, maka harga akan naik,” ujarnya.(*)

Baca juga Stok Beras Bulog Lampung Cukup Hingga April 2019

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

LBH Bandar Lampung Gelar Serah Terima Jabatan Direktur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menggelar serah terima jabatan (sertijab) direktur LBH periode 2018-2021. …