Firasat Sukoyo Terhadap Ikbar Agustuwanda yang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang


SUKOYO memperlihatkan foto anaknya, Ikbar Agustuwanda (13), yang tewas tertimpa pohon tumbang, Rabu, 10/10/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sukoyo (45) memiliki firasat terhadap anaknya, Ikbar Agustuwanda (13), yang tewas tertimpa pohon tumbang, kemarin. Warga Jalan Sam Ratulangi, Gang Pisang, RW 16/LK 1, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, itu melihat wajah Ikbar tampak bercahaya saat mengantarnya ke sekolah, SMP Al Azhar 3.

“Dia pakai seragam kotak-kotak hijau. Sewaktu dia cium tangan saya, wajahnya seperti bercahaya. Setelah dia meninggalkan saya, saya sempat menoleh ke arah dia lagi. Saat itu, saya tidak berpikir bahwa anak saya mengalami musibah,” kata Sukoyo kepada duajurai.co di rumah duka, Rabu, 10/10/2018.

Ikbar Agustuwanda semasa hidup. | dok. keluarga

Tak hanya itu, ketika bekerja, karyawan PT Keong Nusantara (Wong Coco) tersebut tiba-tiba terbayang Ikbar. Tak lama, istrinya, Muharini, menghubungi dirinya dan mengabari bahwa Ikbar masuk IGD Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT).

“Tapi, istri saya tidak cerita secara jelas, mungkin agar saya tidak tergesa-gesa di jalan. Kemudian, anak saya yang pertama menelepon. Katanya, Ikbar kecelakaan, dan saya langsung pulang,” ujarnya.

Ikbar tertimpa pohon tumbang, Selasa, 9/10/2018. Dia waktu itu hendak latihan taekwondo. Kemudian, Ikbar menumpang GrabBike melintasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Nahas, sewaktu lewat sana, tiba-tiba tumbang sebuah pohon dan mengenai Ikbar. Remaja kencur itu sempat dibawa ke Rumah Sakit DKT yang tak jauh dari lokasi. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 17.00 WIB, Ikbar dinyatakan meninggal setelah melewati masa kritis.(*)

Baca juga Pohon Tumbang Renggut Nyawa Ikbar, Pol PP Tebang Pohon di RSUDAM Lampung

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

7 Tahun Lagi Tidak Ada Angkot Beroperasi di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung perlu memikirkan nasib transportasi publik, seperti …