Bentuk Pagar Betis di Rektorat, Mahasiswa Minta Rektor Unila Bahas Peraturan Organisasi Kemahasiswaan


MAHASISWA membentuk pagar betis di Gedung Rektorat Unila, Kamis, 4/10/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDARA LAMPUNG, duajurai.co – Ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas menggeruduk Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila), Kamis, 4/10/2018. Mereka kemudian naik ke lantai dua, lalu membentuk pagar betis mulai dari selasar ruang senat hingga ke ruang rektor. Hal itu dilakukan agar Rektor Unila Hasriadi Mat Akin mau membahas rancangan peraturan rektor tentang organisasi kemahasiswaan.

Pantauan duajurai.co, massa tampak memenuhi selasar ruang rapat senat hingga ruang rektor. Sementara, puluhan satpam bersiaga di pintu ruang rapat senat dan ruang rektor.

Sempat terjadi adu mulut antara perwakilan mahasiswa dengan Wakil Dekan Fakultas Hukum Unila Hamzah. Adu mulut itu ketika Hamzah ingin memperlihatkan berkas dalam map merah. Pada saat bersamaan, mahasiswa meneriakkan yel-yel.

“Hati-hati.. hati.. hati.. hati-hati provokasi…,” begitu kalimat yang serentak diteriakkan massa yang berada di lantai dua Gedung Rektorat Unila.

AKSI ribuan mahasiswa menolak Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan di Gedung Rektorat Unila, Kamis, 4/10/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

Tak lama kemudian, salah seorang perwakilan dari pihak rektor menemui massa. Pria berkacamata yang mengenakan batik oranye itu berusaha memperlihatkan isi tuntutan para mahasiswa. Lalu, salah seorang dari massa mengecek kebenaran surat tersebut.

“Kami minta cabut rancangan dan peraturan organisasi kemahasiswaan. Ini capnya mana, dicap juga pak,” kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila M Fauzul Adzim kepada perwakilan rektor itu.(*)

Baca juga Tuntut Penghapusan Peraturan Organisasi Kemahasiswaan, Ribuan Mahasiswa Geruduk Rektorat Unila

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

UIN Raden Intan Lampung Susun Buku Pedoman Praktikum

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co –  Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mangadakan Focus Group Discussion (FGD) …