Soal Peraturan Organisasi Kemahasiswaan, Unila: BEM Tak Mau Dialog


Gedung Rektorat Unila | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Lampung (Unila) menanggapi aksi damai Gerakan Mahasiswa Berdaulat pada Selasa, 2/10/2018. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menghentikan Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan.

Karomani, Wakil Rektor Unila Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, mengatakan, pihaknya telah dua kali mengirimkan undangan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk berdialog membahas Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan. Namun, BEM tak pernah memenuhi undangan.

“Mereka ini sudah dua kali diundang, tapi enggak pernah datang. Padahal, Aliansi BEM Fakultas se-Universitas Lampung datang ke ruangan, kemarin. Nah, BEM Unila malah enggak mau dialog dahulu,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co.

Karomani tak mengetahui alasan BEM Unila tidak menghadiri undangan pihak rektorat. Baginya, aksi menolak peraturan rektor tanpa dialog merupakan bentuk demokrasi yang otoriter.

“Enggak mau diajak dialog, maunya lebih pada aksi menolak dengan turun ke jalan. Ini bentuk dari demokrasi yang otoriter. Maunya demokrasi, namun dengan pemaksaan kehendak,” ujar dia.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Berdaulat menggelar aksi damai, hari ini. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Presiden BEM Unila Muhammad Fauzul Azim itu menyampaikan sejumlah tuntutan. Pada aksi itu, mereka menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain penghentian Rancangan Peraturan Rektor Unila tentang Organisasi Kemahasiswaan.(*)

Baca Mahasiswa Tuntut Penghentian Rancangan Peraturan Rektor Unila tentang Organisasi Kemahasiswaan


Komentar

Komentar

Check Also

IIB Darmajaya Lampung-DJCorp Gelar Introduction Dconference

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bekerja sama dengan PT Darmajaya Digital Solusi …