Batobi, Jajanan Sehat Inovasi Riko Nopriansyah Mahasiswa Darmajaya Lampung


GERAI batagor ubi hasil inovasi mahasiswa IIB Darmajaya Lampung Riko Nopriansyah dkk. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Riko Nopriansyah, mahasiswa angkatan 16 Jurusan Manajemen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, tidak menyangka bahwa inovasinya membuat batagor ubi (batobi) menghantarkannya memenangkan kompetisi Darmajaya StartUp Competition (DSC). Kegiatan tersebut diselenggarakan Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) Darmajaya, beberapa waktu lalu.

“Bisnis ini bisa dikatakan berawal dari keterpaksaan. Waktu itu, saya sedang mengambil mata kuliah Technopreneurship dan Pengembangan Bisnis yang mewajibkan untuk membuat suatu usaha. Akhirnya, saya melakukan observasi lapangan dan tertarik dengan bahan dari ubi ungu. Alasannya, ubi ungi mempunyai antioksidan tinggi yang bermanfaat sebagai antikanker. Dari situlah tercetuslah ide membuat batagor ubi. Kemudian, saya mulai tertarik dengan mata kuliah ini serta mengikutkan hasil inovasi ke perlombaan DSC,” kata Riko melalui keterangan tertulisnya, Senin, 1/10/2018.

Dia mengatakan, sudah tak terhitung berapa banyak pihaknya melakukan percobaan membuat batobi. Berkat tekat dan semangat dari tim yang terdiri dari empat orang serta pendampingan dari Inkubitek Darmajaya, akhirnya mereka bisa soft opening.

“Selama soft opening, kami telah menjual 145porsi yang habis sebelum jam 12 siang. Kami memberi diskon 20% hingga 4 Oktober mendatang,” ujarnya.

Lilla Rahmawati, Kepala Bagian Inkubitek & Career Center Darmajaya, menyatakan, tidak hanya batobi yang memenangkan kompetisi DSC 2018. Selain batobi, ada gobela dan rotbal Lampung yang akan menyusul soft opening-nya. Kemudian, dalam kategori digital, ada anonymograph, nurse back, dan farm cloud.

“Keenam pemenang tersebut akan mendapatkan akses bantuan modal usaha dari Darmajaya total Rp50 juta yang diberikan secara bertahap. Dana itu berupa pinjaman tanpa bunga atau dibilang bunga 0%. Setelah usaha mereka jalan, kami akan terus memonitor sampai dikatakan layak untuk dilepas,” kata dia.

Sementara itu, Andi Desfiandi, Ketua Yayasan Alfian Husin yang menaungi IIB Darmajaya, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Riko. Menurutnya, mahasiswa masa kini harus pintar melihat peluang.

“Memulai bisnis itu harus cerdas dalam melihat peluang, seperti Riko yang memilih bisnis kuliner. Sebab, generasi milenial suka yang unik-unik, maka tercetuslah batagor ubi, dan terbukti ada pasarnya,” ujar Andi.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Gobela, Keripik Balado Ikan Kalapan Inovasi Mahasiswa Darmajaya Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bella Cahya Kusuma, mahasiswa Jurusan Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) …