Sedot Pasir, Sambudi Warga Desa Titiwangi Lampung Selatan Divonis 1 Tahun


SAMBUDI, terdakwa penyedotan pasir, saat menjalani sidang di PN Kalianda, Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. | LBH Tani Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kalianda Kelas II menjatuhkan vonis satu tahun penjara dengan denda sebesar Rp50 juta kepada Sambudi, terdakwa kasus penyedotan pasir. Putusan terhadap warga Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, itu dibacakan pada Kamis petang, 27/9/2018.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tani Lampung Arif Hidayatullah, kuasa hukum Sambudi, menyatakan, putusan majelis hakim tidak memuat pertimbangan hukum bahwa penyedotan pasir dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Hakim belum berani memberikan terobosan hukum demi kepentingan petani

“Bagaimana pun, kami tetap menghormati putusan hakim. Jika nanti klien merasa tidak puas, kami tinggal banding,” kata Arif melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 28/9/2018.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi angkat bicara terkait putusan tersebut. “NasDem akan melakukan eksaminasi terhadap putusan Sambudi,” ujarnya.

Kasus yang menjerat Sambudi bermula saat yang bersangkutan membantu pemilik lahan sawah membuat kolam ikan di Desa Titiwangi. Caranya, dengan menyedot kandungan pasir lebih dahulu sebelum membuat kolam. Kemudian, pasir sedotan dijual atas persetujuan bersama dengan pemilik sawah.

Dalam perkembangannya, Sambudi dilaporkan hingga akhirnya duduk di kursi pesakitan. Dia dituduh tidak memiliki izin usaha penambangan sesuai UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Padahal, sejak 1990-an, aktivitas penyedotan pasir di Desa Titiwangi hanya dengan surat persetujuan lingkungan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …