Susun Perbup Soal Sanitasi Sekolah, Pemkab Pringsewu-YKWS Gelar Diskusi


DISKUSI “Mendorong Regulasi Sanitasi Sekolah dan Uji Keterbacaan Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Kabupaten Pringsewu” di ruang rapat Pemkab Pringsewu, Rabu, 19/9/2018. | YKWS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) menggelar Diskusi “Mendorong Regulasi Sanitasi Sekolah dan Uji Keterbacaan Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Kabupaten Pringsewu”, Rabu, 19/9/2018. Diskusi tersebut juga menggandeng UNICEF dan SNV Indonesia.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati mengatakan, tujuan diskusi itu untuk memberikan pengetahuan tentang pedoman pengembangan sanitasi sekolah dasar. Sekaligus mengumpulkan masukan dari para pihak untuk penyusunan peraturan bupati (perbup) tentang pelaksanaan pengembangan sanitasi sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan muncul komitmen dari Pemkab Pringsewu dan UPTD Pendidikan untuk meningkatkan kualitas sanitasi sekolah di kabupaten setempat,” kata Febrilia melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Aulia, fasilitator dari UNICEF, menyatakan, sanitasi menjadi salah satu prioritas pembangunan yang termasuk ke dalam tujuan 4a dari Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, menjadi target universal akses pemerintah Indonesia pada tahun 2019.

“Pembangunan sanitasi sekolah harus bersifat inklusif. Program sanitasi sekolah juga harus masuk dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). (Hal itu) melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun alternatif sumber pendanaan lain untuk memastikan terselenggaranya sanitasi sekolah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan, sekolah merupakan tempat belajar dan tumbuhan kembang anak. Karena itu, kondisi sanitasi sekolah yang baik akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak

“Sanitasi sekolah yang sehat menjadikan anak akan lebih nyaman untuk terus bersekolah dan belajar. Nantinya, setiap kecamatan di Pringsewu memiliki dua sekolahan yang menjadi lokasi percontohan untuk pengelolaan sanitasi sekolah yang sehat dan baik,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

51 Anak Ikuti Khitanan Massal PT Suri Tani Pemuka Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 51 anak mengikuti khitanan massal di Balai Desa Sukajaya, Kecamatan …