Inovator 4.0 Indonesia, Andi Desfiandi Ajak Pemuda Terlibat Inovasi Industri Dunia


ANDI Desfiandi (paling kiri) serta para pembicara dan inisiator acara Inovator 4.0 Extended Chapter Lampung di Eat Boss Cafe and Resto, Bandar Lampung, Kamis malam, 20/9/2018 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Andi Desfiandi, Ketua Yayasan Alfian Husin, optimistis anak-anak muda Indonesia mampu berkontribusi dalam Revolusi Industri 4.0. Hal ini setidaknya terlihat dari data StartupRanking 2018 di mana Indonesia memperoleh nilai 1.720 yang menempatkan bangsa ini di ranking ke empat setelah Amerika Serikat, India, dan Inggris.

Optimisme tersebut diungkapkan Andi Desfiandi dalam diskusi Inovator 4.0 Extended Chapter Lampung yang digelar di Eat Boss Cafe and Resto, Bandar Lampung, Kamis malam, 20/9/2018.

Andi menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 erat hubungannya dengan internet of things (IoT), robotic, big data, dan innovation. IoT adalah unsur utama dalam revolusi industri 4.0 yang menekankan kepada integrasi antaralat menggunakan internet dan pemanfaatan big data.

“Kita juga memahami bisnis berbasis data dan digital saat ini sudah mewabah di seluruh dunia, dan size ekonominya meraksasa. Valuasi saham perusahaan-perusahaan digital dunia seperti Alibaba, Amazon, Facebook dan lain-lain sudah melebihi total anggaran sebuah negara. Bahkan sejumlah perusahaan lokal seperti Gojek, Bukalapak, atau Tokopedia pun nilainya sudah puluhan triliun, jauh di atas perusahaan-perusahaan seperti Garuda dan lain-lain,” bebernya seperti tertuang dalam rilis yang diterima duajurai.co.

Revolusi Industri 4.0 tidak berpatokan kepada penemuan-penemuan baru melainkan inovasi baru, di mana teknologi lama dikembangkan dan diperbaharui dengan teknologi era sekarang. Anak-anak muda Indonesia mempunyai peranan penting dalam perubahan ini karena suatu saat mereka yang akan memimpin bangsa ini,

“Maka berhentilah menjadi penikmat atau pengguna teknologi semata. Mulai sekarang ikutlah menjadi pemain, pencipta inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang dan tentunya untuk diri sendiri,” tandas mantas Rektor IIB Darmajaya ini.

Andi juga menambahkan, masa depan dunia merupakan milik anak-anak muda. Mau diwarnai seperti apa tergantung anak muda era sekarang.

“Yakinlah jika kita tidak berubah mulai sekarang, sebentar lagi dunia akan masuk dalam Revolusi industri 5.0 yang speed-nya akan semakin cepat dan lebih canggih. Kalian yang hanya sebagai penonton akan tertinggal jauh dan bangsa ini akan menjadi bangsa tertinggal,” katanya.

Melalui diskusi dan deklarasi ini, Andi berharap, dapat membangkitkan semangat pemuda Indonesia, terutama di Lampung, untuk bersama menjadi kreator dan inovator dalam perubahan dan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju.

Selain Andi, diskusi yang dimoderatori Indra Pradya juga menghadirkan pembicara Davit Kurniawan dari Darmajaya Digital Solusi (Darmajaya Corporation) dan Hafiz Budi Firmansyah (CEO Angsur),

Pada waktu bersamaan di Galeri Museum, Menteng, Jakarta, juga digelar Deklarasi dan Diskusi Kerja dan Membangun Indonesia dengan Data yang dipimpin Budiman Sudjatmiko. Acara serupa berlangsung di beberapa daerah di Indonesia, serta Inggris dan Amerika yang ditaja mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang bermukim di sana.

Khusus Lampung, acara diorganisasikan bersama inovator lokal di antaranya Yayasan Alfian Husin, Institut Informaika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Darmajaya Digital Solusi, Inkubitek Darmajaya, Darmajaya Computer dan Film Club (DCFC), dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Darmajaya.

Selain itu, duniaindra.com, start-up digital Angsur dan gogocampus, Ikatan Muli-Mekhanai Kota Bandar Lampung (Imkobal). serta Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo).(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Khawatir Limbah Tinja Meluap, Warga Minta Pemkot Sering Tinjau IPLT Bakung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Warga Jalan Tulung Buyut di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Bakung, Telukbetung …