Diskusi “Pensi”, Diky Hidayat: Air Pengaruhi Kualitas Kehidupan Manusia


DOSEN Fakultas MIPA Unila Diky Hidayat menyampaikan materi saat diskusi “Pensi, Pentingnya Sanitasi”, Rabu, 19/9/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Selain sanitasi, masyarakat juga perlu memperhatikan sumber air. Sebab, air memengaruhi kualitas kehidupan manusia. Karena itu, air bersih dan sanitasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia

Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas MIPA Universitas Lampung (Unila) Diky Hidayat saat diskusi “Pensi, Pentingnya Sanitasi”. Kegiatan Sanitation Goes to Campus (SGTC) yang digelar SNV Indonesia itu berlangsung di lantai tiga Perpustakaan Unila, Bandar Lampung, Rabu, 19/9/2018.

“Apabila sumber air bermasalah, maka kualitas kehidupan kita berkurang. Bila kualitas hidup berkurang, maka tidak bisa bekerja dengan baik. Jika tak bisa bekerja dengan baik, maka berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak cucu kita. Dengan demikian, nilai kompetisi kita terhadap negara lain jadi rendah,” kata Diky.

Menurutnya, warga negara wajib menjaga lingkungan hidup. Sebab, lingkungan hidup menjadi konsep dasar pertahanan suatu negara. Karena, untuk menghancurkan sebuah negara, salah satunya dengan menghancurkan lingkungan hidup.

“Berdasarkan data, 14.000 ton tinja per hari mengotori tanah. Sekitar 75% sungai di Indonesia tercemar. Sebanyak 50 dari 1.000 bayi meninggal karena diare. Potensi kerugian dari sanitasi buruk sekitar Rp56 triliun per tahun. Masyarakat membayar 25% lebih mahal untuk air perpipaan,” ujarnya.(*)

Baca juga Sanitation Goes to Campus, SNV Gelar Diskusi “Pensi” di Perpustakaan Unila

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

51 Anak Ikuti Khitanan Massal PT Suri Tani Pemuka Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 51 anak mengikuti khitanan massal di Balai Desa Sukajaya, Kecamatan …