Elpiji 3 Kg Langka di Lamsel, Hiswana Migas Ajukan Penambahan 2 Juta Kg


PENGECER tabung gas elpiji di Jalan HOS Cokroaminoto, Enggal, Bandar Lampung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Himpunan Wirasawata Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengajukan penambahan gas elpiji sekitar dua juta di Kabupaten Lampung Selatan. Penambahan kuota itu guna mengantisipasi kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg di wilayah setempat.

Adi Candra, Ketua Bidang Elpiji Hiswana Migas Provinsi Lampung, mengatakan, setiap tahun, Hiswana Migas memproduksi gas elpiji 3 kg sekitar 21,8 juta kg untuk Lamsel. Kuota tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga miskin di Lamsel yang mencapai 260 ribu.

“Untuk tahun depan, kami sudah mengajukan penambahan sekitar 2 juta kg. Nantinya, pengalokasian khusus bagi petani. Pihak Pertamina telah menyanggupi. Jadi, total elpiji yang kami usulkan pada 2019 sekitar 24 juga kg,” kata Adi melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 14/9/2018.

Dia tak memungkiri bahwa terjadi kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Namun, kelangkaan gas bersubsidi tersebut bukan hanya di Lampung Selatan. Tapi, hampir terjadi di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Sebelumnya, tabung gas elpiji ukuran 3 kg sulit didapat di Lampung Selatan. Kondisi itu diperparah dengan tingginya harga gas bersubsidi tersebut di pasaran yang mencapai Rp25 ribu-Rp30 ribu per tabung. Sementara, harga eceran tertinggi hanya Rp18 ribu per tabung.(*)

Baca Langka, Gas Elpiji 3 Kg di Lampung Selatan Tembus Rp30 Ribu


Komentar

Komentar

Check Also

YKWS-Pemprov Lampung Gelar Learning Event Soal Sanitasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), SNV, dan Mitra Bentala bekerja sama dengan Pemerintah …