Tolak Rusun, Korban Penggusuran Pasar Griya Diusir dari DPRD Bandar Lampung


KORBAN penggusuran Pasar Griya meninggalkan halaman Kantor DPRD Bandar Lampung, Rabu malam tadi, 12/9/2018. | RH Hasan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Puluhan korban penggusuran Pasar Griya yang menumpang di halaman Kantor DPRD Kota Bandar Lampung mengaku diusir, Rabu malam tadi, 12/9/2018. Mereka diminta meninggalkan pekarangan gedung wakil rakyat itu karena menolak relokasi ke rumah susun (rusun).

“Kemarin (diusir), tapi warga pergi pada malam hari. (Alasannya), karena warga menolak rusun,” kata RH Hasan, salah satu korban penggusuran, kepada duajurai.co via telepon, Kamis siang, 13/9/2018.

Menurutnya, korban penggusuran pergi dari sana karena desakan pihak DPRD. Sementara ini, mereka menumpang di kawasan Pasar Waydadi, Kecamatan Sukarame.

“Setelah terusir dari DPRD, para korban penggusuran kini terlunta-lunta di Pasar Waydadi, tanpa arah dan tujuan. Sungguh malang nasib rakyat kota ,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya di Kecamatan Sukarame secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka sempat menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung selama berhari-hari. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda darurat dari puing-puing. Kemudian, mereka bermukim sementara di halaman DPRD setempat dan bertahan di sana selama 29 hari.(*)

Baca juga Soal Korban Penggusuran Pasar Griya, DPRD: Mereka Tolak Hasil Mediasi

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Cuaca Bandar Lampung Dingin Belakangan Ini, BMKG: Gangguan Skala Meso

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wilayah Bandar Lampung diguyur hujan selama beberapa hari terakhir. Selain itu, cuaca di …