29 Hari Korban Penggusuran Pasar Griya Bertahan di DPRD


KORBAN penggusuran Pasar Griya masih bertahan di tenda darurat di halaman Kantor DPRD Bandar Lampung, Rabu, 12/9/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Korban penggusuran Pasar Griya masih bertahan di halaman Kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu, 12/9/2018. Mereka bersama anak-anaknya bermalam di tenda-tenda darurat.

Para korban mulai bermalam di sana sejak Selasa, 14 Agustus lalu. Dengan demikian, mereka hampir satu bulan berada di sana, yakni sekitar 29 hari. Sejumlah warga eks Pasar Griya itu belum beranjak dari DPRD karena tuntutan belum dipenuhi Pemkot Bandar Lampung.

Baca Tak Punya Tempat Tinggal, Korban Penggusuran Pasar Griya Dirikan Tenda di DPRD

Pantauan duajurai.co, halaman Kantor DPRD Bandar Lampung tampak sepi aktivitas korban penggusuran. Pakaian mereka terlihat terjemur di pagar gedung DPRD setempat. Sampah tampak berserakan. Suasana di dalam Kantor DPRD Bandar Lampung juga sepi aktivitas.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya di Kecamatan Sukarame secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka sempat menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung selama berhari-hari. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda darurat dari puing-puing. Kini, mereka bermukim sementara di halaman DPRD setempat.(*)

Baca juga Menumpang di DPRD, Anak Korban Penggusuran Pasar Griya Diajari Mengaji

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Warga Bandar Lampung Masih Sulit Peroleh Gas Elpiji 3 Kg

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah warga di Kota Bandar Lampung masih sulit memperoleh tabung gas elpiji ukuran …