Karya duajurai.co Soal IPLT Bakung Jadi Nominasi Penghargaan Saidatul Fitriah




SEBUAH truk tangki tinja sedang membuang muatannya di lokasi pembuangan sampah TPA Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Minggu, 26/11/2017. Setidaknya, sekitar 20 truk yang membuang tinja di sana setiap hari. | Imelda Astari/duajurai.co


BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lagi, karya duajurai.co menjadi nominasi Penghargaan Saidatul Fitriah. Tahun ini, liputan duajurai.co ihwal “Sengkarut IPLT Bakung” yang berhasil menyisihkan belasan karya jurnalistik lainnya. Dengan demikian, empat tahun berturut-turut karya duajurai.co menjadi nominasi Saidatul Fitriah Award, yaitu 2015, 2016, 2017, dan 2018.

Baca juga 3 Tahun Berturut-turut, Karya duajurai.co Masuk Nominasi Penghargaan Saidatul Fitriah

Namun, duajurai.co tidak sendirian memperebutkan penghargaan bergengsi tersebut. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung selaku pemberi penghargaan juga meloloskan dua media lain menjadi nominasi. Keduanya, Lampung Post dan Radarlampung.co.id.

“Ada tiga nominasi Saidatul Fitriah Award, yaitu Lampung Post soal reklamasi, duajurai.co (Sengkarut IPLT Bakung), dan Radarlampung.co.id ihwal penderita kusta,” kata Sekretaris AJI Bandar Lampung Wandi Barboy Silaban kepada duajurai.co via WhatsApp, Sabtu sore, 8/9/2018.

Selain Saidatul Fitriah Award, AJI juga memberikan Penghargaan Kamaroeddin setiap tahun. Penyerahan kedua penghargaan jurnalisme tersebut pada malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 AJI di Kafe Clary’s Hotel Andalas, Minggu besok, 9 September 2018, pukul 19.00 WIB.

“Untuk Penghargaan Kamaroeddin ada tiga besar kandidat. Mereka adalah Oyos Saroso HN (jurnalis), Iswadi Pratama (sastrawan), dan Sugeng Hariyono (pegiat literasi),” ujar Wandi.

AJI Bandar Lampung menggelar Penghargaan Saidatul Fitriah dan Kamaroeddin sejak 2008. Penghargaan jurnalisme tersebut diberikan setiap peringatan HUT AJI. Tujuannya, guna meningkatkan profesionalisme jurnalis dan mendorong kemajuan jurnalisme di Lampung.

Saidatul Fitriah Award diberikan kepada jurnalis dengan karya jurnalistik yang berdampak secara positif terhadap kehidupan demokrasi. Sedangkan penghargaan Kamaroeddin kepada orang atau lembaga nonjurnalis yang dinilai konsisten memperjuangkan kebebasan pers, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).(*)

Baca juga Malam Puncak HUT, AJI Bandar Lampung Galang Dana Korban Gempa Lombok


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …