Harga Naik karena Dolar, Barang Elektronik Bandar Lampung Sepi Pembeli


KARYAWAN Toko Super Elektronik di Bandar Lampung sedang melayani calon pembeli, Jumat, 7/9/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Fluktuasi kurs dolar terhadap rupiah membuat harga barang-barang elektronik mengalami kenaikan. Hal tersebut berimbas terhadap daya beli masyarakat, di mana pembeli barang elektronik menjadi berkurang.

“Pengaruhnya besar. Hari ini saja sudah sepi sekali (pembeli). Saya juga tidak tahu cepat sekali efeknya. Kami berharap, (rupiah) cepat pulih (menguat terhadap dolar), sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang terbaik,” kata Andi Haryanto (39), pemilik Toko Raja Elektronik, di Jalan Pangkal Pinang, Pasar Tengah, Bandar Lampung, Jumat, 7/9/2018.

Hal senada disampaikan Popi, pemilik Toko Super Elektronik. Dia mengatakan, pihaknya memperoleh informasi bahwa barang elektronik akan naik. Popi berharap, harga tidak jadi naik karena saat ini sepi pembeli.

“Infonya, harga barang elektronik naik pada pertengahan bulan ini. Sekarang, harga mesin cuci sekitar Rp1,2 juta-Rp2 juta. Belum naik saja sudah sepi pembeli. Kami berharap, (barang elektronik) tidak jadi naik,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.890 per USD, Jumat. Nilai ini menjauh dari level Rp15 ribu per USD, beberapa hari lalu. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,31% pada perdagangan terakhir di pekan ini ke level 5.851,47.(*)

Baca juga Gara-gara Dolar, Harga Barang Elektronik di Bandar Lampung Naik 10%

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Semua Gerai Cha Mart Lampung Kini Bisa Pakai Go-Pay

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Berbelanja di Chandra Minimarket (Cha Mart) kini bisa menggunakan sistem pembayaran digital melalui …