Keren…Dinda Widia Siswi SMA 1 Bandar Lampung Raih Emas Lomba Cipta Puisi FLS2N di Aceh


Dinda Widia | facebook

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kabar membanggakan datang dari Aceh. Dinda Widia, siswi SMA 1 Bandar Lampung, menjadi juara pertama Lomba Cipta Puisi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMA tahun 2018.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Banda Aceh pada 26 Agustus hingga 1 September 2018 tersebut dihelat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain Dinda yang meraih medali emas, kontingen pelajar Lampung juga berhasil meraih tiga medali perak, dan satu medali perunggu.

Dengan raihan tersebut, Lampung berhasil masuk empat besar FLS2N 2018 di Aceh. Mereka mampu mengalahkan seniman-seniman muda lainnya dari 17 provinsi di luar Jawa dan Bali.

Informasi kemenangan Dinda di-posting penyair Ahmad Yulden Erwin di beranda Facebook-nya, Sabtu, 1/9/2018.

“Kau telah sedia untuk benar-benar belajar perihal puisi. Kau juga memiliki mental juara, tak kenal menyerah, dan mampu menguasai teknik penulisan puisi dengan benar. Maju terus, Dinda!” demikian tulis Erwin.

Dinda merupakan satu dari 12 pelajar Lampung yang dikirim mengikuti FLS2N SMA 2018. Mereka terpilih dari 180 peserta lomba di tingkat Provinsi Lampung.

“Sehabis juara satu di FLS2N Lampung, dia (Dinda) diminta oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk ikut pendidikan intensif soal menulis puisi selama lima hari. Nah, saya diminta oleh dinas sebagai fasilitator pendidikannya,” tutur Erwin kepada duajurai.co.

Lebih jauh, Erwin juga memuji karakter dan kepribadian Dinda. Meski hanya anak rakyat biasa, bapaknya sales perusahaan rokok dan ibunya pengemudi ojek online, namun dia kritis dan cerdas, baik dalam menulis maupun berpikir.

“Dia cerdas dan kritis, meski pengetahuannya soal teori dan praktik sastra masih minim. Di situ saya mengisi dan meningkatkan kualitas pemahamannya dalam bidang puisi sebagai karya sastra,” bebernya.

“Tatap matanya kuat untuk meraih prestasi. Meski kadang dia juga seperti mau menyerah, tapi dia selalu bisa membalikkan keadaan itu, dan mendorong mentalnya untuk tidak menyerah. Dia memiliki mental juara, karena itu ia layak menjadi juara,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung ini.(*)

Komentar

Komentar

Check Also

Suka Makanan Tradisional? Coba ke D’Seruit Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bagi Anda yang menyukai makanan tradisional bisa singgah ke D’Seruit Lampung. Restoran yang …