OJK Diminta Terus Edukasi Masyarakat Lampung Soal Program Laku Pandai


ANGGOTA Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly saat Sosialisasi Program Laku Pandai pada OJK di Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Selasa, 28/8/2018. | Staf Ahmad Junaidi Auly

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya di pedesaan, terkait program laku pandai. Dia menilai Program Laku Pandai cukup bagus dalam mengenalkan masyarakat kepada aktivitas layanan perbankan.

Hal tersebut disampaikan Junaidi saat Sosialisasi Program Laku Pandai pada Otoritas Jasa Keuangan. Sosialisasi berlangsung di Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, kemarin.

“Program ini diharapkan dapat melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat akar rumput. Sehingga, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di desa-desa,” kata Junaidi melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 29/8/2018.

Laku Pandai singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif. Program OJK itu untuk penyediaan layanan perbankan, atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank). Praktiknya didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

Per Desember 2017, agen Laku Pandai sebanyak 740.121, dan 25 bank umum penyelenggara dan dua BU Syariah dengan jumlah nasabah sebanyak 13.645.396. Angka tersebut naik dari Desember 2016 sebanyak 275.911 agen dengan jumlah nasabah 3.700.215.

“Berdasar data tersebut, baru ada dua BU Syariah yang melakukan Laku Pandai. Saya berharap, OJK mendorong bank syariah lainnya untuk melakukan Laku Pandai. Sebab, masyarakat harus diberikan alternatif yang luas terhadap jasa keuangan yang mereka inginkan,” ujar Junaidi.

Menurut wakil rakyat dapil Lampung itu, dana nasabah yang disetorkan kepada agen Laku Pandai harus dipastikan aman. Sebab, tahapan itu penting untuk keberlangsungan program Laku Pandai. Selain itu, agen laku pandai masih memiliki keterbatasan operasional seperti ketersediaan sinyal, pendanaan dan peralatan yang tidak memadai.

“Agen Laku Pandai jangan dibiarkan sendiri. Di sini diperlukan bantuan baik dari perbankan maupun lembaga lainnya untuk menyelesaikan permasalahan operasional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …