Dialog Nasional Nilai Kebangsaan, IIB Darmajaya Lampung Hadirkan 2 Menteri


MENKO Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya akan menggelar Dialog Nasional bertema “Mengamalkan Nilai-nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Bermartabat” di Lantai 3 Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya, Bandar Lampung, Selasa mendatang, 4 September 2018. IIB Darmajaya akan menghadirkan dua menteri sebagai narasumber, yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Dialog nasional akan dimoderatori Ketua Yayasan Alfian Husin Dr Andi Desfiandi,” kata Ketua Panitia Ary Meizari Alfian melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 29/8/2018.

Selain Luhut dan Budi, IIB Darmajaya juga menghadirkan narasumber lainnya. Mereka antara lain Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Elvyn G Masassya, Kepala L2DIKTI Palembang Prof Dr Slamet Widodo, serta Guru Besar IIB Darmajaya Prof Zulkarnain Lubis.

Menurut Ary, peserta yang dipastikan hadir sebanyak 500 orang. Mereka berasal dari pemerintah daerah, forkopimda, pengusaha, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. “Teman-teman dari pemerintahan dan profesional juga akan hadir,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya Firmansyah Y Alfian mengatakan, dialog nasional itu untuk menggugah dan membangkitkan semangat pemuda agar dapat mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. Sehingga, mampu mewujudkan tujuan pemerintah agar menjadi Indonesia bermartabat.

“Perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter pemuda. Kehadiran dua menteri tersebut diharapkan bisa memotivasi para pendidik untuk terus menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada mahasiswa,” kata dia.

Mantan anggota DPRD Lampung itu menambahkan, banyak yang telah dicapai, namun tidak sedikit pula pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sesungguhnya, apa yang telah dilakukan dewasa ini tidak sebatas reformasi, tetapi sebuah transformasi.

“Untuk itu, perubahan yang dikelola merupakan sebuah proses yang mendasar, yang harus melibatkan peran aktif berbagai aktor penyelenggara negara, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda. Termasuk pula komunitas dunia usaha, dan kalangan mahasiswa (pemuda),” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …