Frieda Amran, Tokoh Pilihan Duajurai 2018 Kategori Sejarah


FRIEDA Amran, Tokoh Pilihan Duajurai 2018 Kategori Seni Budaya | duajurai.co/dede darmawan saputra

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Untuk kali kedua duajurai.co menghelat Anugerah Tokoh Pilihan Duajurai. Seperti tahun lalu, pada 2018 ini anugerah diberikan pada acara syukuran ulang tahun Duajurai.co ke-4 yang digelar di Galeri Randu Mas, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Minggu malam, 26/8/2018.

Pada kategori Sejarah, Tokoh Pilihan Duajurai 2018 diberikan kepada Frieda Agnani Amran, perempuan Indonesia yang bermukim di Belanda. Berikut ini narasi anugerah yang dibacakan oleh Ichwan Adji Wibowo SP MM, Ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung.

 Tokoh Pilihan Duajurai 2018 Kategori Sejarah

BAGAIMANAKAH Lampung Tempo doeloe, di abad-abad yang telah lalu? Sulit bagi kita, orang Lampung, untuk mendapatkan gambaran lebih baik karena keterbatasan informasi dan referensi.

Paling tidak yang bisa kita mengerti dalam bahasa Indonesia, Lampung, atau minimal bahasa Inggris. Kita seperti buta-tuli mengenai keadaan diri kita sendiri untuk sekian lama.

Sampai kemudian hadir sebuah upaya untuk menggali historiografi atau etnografi secara kontinyu melalui serangkaian tulisan mengenai Bumi Ruwa Jurai pada abad ke-18 dan ke-19. Upaya tersebut dilakukan seorang perempuan Indonesia paruh baya yang telah berbilang tahun bermukim di Belanda.

Tulisan-tulisan itu dituangkan dalam rubrik Lampung Tumbai di Harian Lampung Post (2014-2016) dan rubrik Lappung Beni di Fajar Sumatera (sejak Maret 2016-sekarang). Semua bahan di kedua rubrik diolahnya dari sumber naskah berbahasa Belanda.

Ini karena buku, majalah dan dokumen yang sangat diperlukan dan harus dibaca oleh pengkaji sejarah sosial dan budaya masyarakat-masyarakat Nusantara di zaman penjajahan tidak ditulis dalam bahasa Inggris.

Hampir semuanya ditulis dalam bahasa Belanda. Sementara tak banyak ahli sejarah atau ahli ilmu sosial Indonesia yang menguasai bahasa Belanda, apalagi yang kuno.

Maka, perannya sangat penting bagi orang-orang yang peduli dengan bahasa, budaya, dan sejarah Lampung. Bangunan sejarah (sosial budaya) Lampung itu belum lagi bisa direkonstruksi dengan benar. Tapi, dengan ketekunannya, kita sudah mulai menemukan serpih sejarah itu.

Dua buku yang dihimpun dari rubrik Lampung Tumbai: Mencari Jejak Masa Lalu Lampung: Lampung Tumbai 2014 (2015 dan edisi kedua 2016) dan Meniti Jejak Tumbai di Lampung: Zollinger, Kohler, PJ Veth–Lampung Tumbai 2015 (2017) adalah bagian dari upaya signifikan itu.

Sebagai apresiasi atas kerja panjang tanpa kenal lelah menggali sejarah Lampung, duajurai.co dengan bangga memberikan Anugerah Tokoh Pilihan Duajurai 2018 Kategori Sejarah kepada Frieda Agnani Amran.

Delapan Kategori

Tokoh Pilihan Duajurai 2018 meliputi 8 kategori dari sebelumnya cuma 4 pada 2017. Ke delapan kategori tersebut ialah Kesehatan Pendidikan, Ekonomi Kerakyatan, Seni Budaya, Bahasa dan Sastra, Sejarah, Perempuan Inspiratif, dan Lingkungan.

Para penerima anugerah dipilih oleh Dewan Juri yang terdiri dari sejumlah akademisi, seniman, dan aktivis senior. Mereka ialah Diky Hidayat SSi MSI (ketua), Dr Andi Desfiandi SE MA, Dr Eng Admi Syarif, Asrian Hendicaya SE ME, Nur Rakhman Yusuf, Bambang Pujiatmoko, Dr Eko Kuswanto, Dr Hasan Basri, IB Ilham Malik MT, Dr Rudy Lukman SH LLM, dan Syafarudin MA.

“Lewat anugerah ini Duajurai ingin memberikan apresiasi kepada individu, kelompok atau lembaga di Lampung yang melakukan kerja-kerja positif, inspiratif, dan bermanfaat bagi kepentingan banyak orang. Meski terkadang berada dalam banyak keterbatasan dan kendala, mereka konsisten. Apa yang mereka lakukan menginspirasi,” tutur Juwendra Asdiansyah, Pemimpin Redaksi duajurai.co.(*/udo z karzi)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …