Sujadi Saddat Resmikan Jembatan XL Axiata di Pringsewu Lampung


ACARA peresmian Jembatan Talang XL Axiata – Bumi Ayu di Kabupaten Pringsewu, Lampung, kemarin. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Pringsewu H Sujadi Saddat meresmikan Jembatan Talang XL Axiata – Bumi Ayu, kemarin. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bumi Ayu dan Desa Fajaresuk di Kecamatan Pringsewu, Lampung.

Pembangunan jembatan ini diinisiasi dan direalisasikan oleh Majlis Taklim XL Axiata (MTXL), bekerja sama dengan lembaga sosial Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Peletakan batu pertama proyek jembatan berlangsung pada 5 Mei 2018. Pembangunan ini merupakan bagian dari penyaluran dana wakaf karyawan XL Axiata melalui Majelis Taklim XL. Jembatan Talang XL-Bumi Ayu menjadi jembatan kelima yang dibangun XL Axiata.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, membangun jembatan seperti ini prinsipnya sama bila membangun jaringan telekomunikasi dan data. Begitu selesai dibangun, akan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Keduanya sama-sama menjadi sarana penghubung yang memudahkan aktivitas masyarakat.

“Kami ucapkan selamat kepada masyarakat Desa Bumi Ayu dan Desa Fajar Isuk atas jembatan yang baru ini. Semoga keberadaannya bisa membawa berkah bagi warga dan masyarakat luas,” kata Dian melalui rilis yang diterima duajurai.co, Minggu malam, 26/8/2018.

Dia melanjutkan, jembatan Talang XL Axiata memang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai sarana penyeberangan dan talang air yang memungkinkan aliran irigasi diseberangkan ke sisi seberang lembah. Dengan panjang kurang lebih 100 meter, jembatan talang ini bisa mengalirkan air irigasi yang berasal dari Bendungan Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran ke areal persawahan yang ada di Kecamatan Pringsewu. Talang yang tadinya hanya berfungsi untuk jembatan air, kini menjadi ruas jalan penghubung warga menuju lahan garapan. Yakni dengan memanfaatkan bagian atas talang sebagai jembatan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Wildhan Dewayana menyatakan, jika semakin banyak pihak berpikir dan bertindak untuk memudahkan urusan orang lain diharapkan keajaiban-keajaiban akan terjadi. Tantangan besar dan problematika kompleks akan menjadi jauh lebih sederhana.

Desain jembatan sangat menarik sehingga sangat memungkinkan menjadi lokasi pengambilan foto atau dalam istilah kekinian “instagramable”. Apalagi, area di sekitarnya merupakan area pertanian hijau dan permai.

“Sangat beralasan jika kemudian warga masyarakat setempat berkeinginan mengembangkan agrowisata di situ dengan keberadaan jembatan sebagai salah satu pendukungnya. Dari tempat ini, pengunjung juga bisa menikmati indahnya hutan Kota Fajaresuk,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …