FGD IPLT Bakung, Disperkim: Kami Tidak Lihat Kekuatan Masyarakat


HANDRASON, perwakilan Disperkim Bandar Lampung, menyampaikan pandangan saat FGD “Sengkarut IPLT Bakung Bandar Lampung” di Kafe Wiseman, Pahoman, Senin, 20/8/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung menyatakan, pemerintah butuh sparing partner terkait Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat. Karena itu, penyelesaiannya tergantung kekuatan bersama, yakni kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Saya tidak melihat kekuatan pada masyarakat, sehingga pemerintah berjalan sendirian. Pemeritah selalu butuh kawan, sparing partner namanya. Jadi, penyelesaian IPLT Bakung tergantung kekuatan para penyeimbang,” kata Handrason, perwakilan Disperkim Bandar Lampung, saat Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sengkarut IPLT Bakung Bandar Lampung” di Kafe Wiseman, Pahoman, Senin, 20/8/2018.

Menurutnya, IPLT Bakung tidak akan over kapasitas apabila masyarakat dan pihak terkait turut berperan serta. Selain itu, mengawasi persoalan limbah tinja. Sehingga, limbah tinja tidak menjadi permasalahan yang besar dan berlarut-larut.

“Tidak mungkin terjadi over kapasistas kalau ada kekuatan lain yang mengontrol. Jadi, kembali lagi, tergantung kekuatan individu masyarakat itu,” ujarnya.(*)

Baca juga Soal IPLT Bakung, Ahli Tata Kota Ilham Malik Sarankan Evaluasi

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Aspal Lintasan Kereta Api Jalan Komarudin Bandar Lampung Hancur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jalan menuju lintasan kereta api di Jalan H Komarudin, Rajabasa, Bandar Lampung, tampak …