FGD, Bambang Pujiatmoko: Sebagian Masyarakat Bandar Lampung Konsumsi Air Kemasan


WASH Advisor SNV Bambang Pujiatmoko saat FGD “Sengkarut IPLT Bakung Bandar Lampung” di Kafe Wiseman, Senin, 20/8/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebagian masyarakat di Kota Bandar Lampung mengonsumsi air kemasan. Padahal, air kemasan bukan termasuk air minum. Dalam konteks sanitasi, air merupakan suatu masalah.

Hal tersebut disampaikan Bambang Pujiatmoko, Water and Sanitation Hygiene (WASH) Advisor SNV, saat Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sengkarut IPLT Bakung Bandar Lampung”. Kegiatan yang merupakan rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-4 duajurai.co itu berlangsung di Kafe Wiseman, Jalan Way Rarem, Pahoman, Senin, 20/8/2018.

“Jika air bermasalah, sanitasi juga bermasalah. Sebagian besar masyarakat Bandar Lampung bersumber dari air kemasan atau isi ulang. Berdasar definisi, bukan termasuk air minum, tapi minuman. Air minum dari segi sumur dan PDAM,” kata Bambang.

Sementara itu, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Eko Kuswanto menyatakan, pihaknya telah melakukan survei terkait sanitasi. Hasilnya, sekitar 98,8% masyarakat di Bandar Lampung telah punya jamban. Hanya 1,2% yang belum memiliki tempat buang air. “Selain itu, sekitar 36% rumah tangga yang septic tank-nya telah disedot,” ujarnya.(*)

Baca juga Soal IPLT Bakung, Andi Surya Nilai Birokasi-Politik Jadi Kendala

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Cuaca Bandar Lampung Dingin Belakangan Ini, BMKG: Gangguan Skala Meso

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wilayah Bandar Lampung diguyur hujan selama beberapa hari terakhir. Selain itu, cuaca di …