Soal Calo Darah, UTD PMI Lampung: Cara Hilangkannya Harus Banyak Pendonor


UTD PMI Lampung di Jalan Sam Ratulangi, Penengahan, Bandar Lampung. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung tidak memungkiri keberadaan calo darah. Instansi tersebut meminta masyarakat untuk menjadi pendonor guna menghilangkan calo darah.

“Tidak ada jalan selain memperbanyak pendonor darah. Harus banyak pendonor darah sukarela sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Kepala UTD PMI Lampung dr Aditya M Biomed kepada duajurai.co via telepon, Sabtu, 18/8/2018.

Dia mengatakan, kebutuhan akan darah sekitar 120-130 kantung per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 kantung darah berasal dari pendonor sukarela. Sisanya, donor darah pengganti.

“Darah pengganti tersebut dimanfaatkan para calo darah. Warga terpaksa menggunakan jasa calo darah. Mereka biasanya berasal dari luar kota yang tidak memiliki sanak saudara atau kerabat di Bandar Lampung,” ujarnya.

Calo darah berkeliaran di UTD PMI Lampung, Jalan Sam Ratulangi, Penengahan, Bandar Lampung. Mereka menawarkan jasa kepada orang maupun keluarga pasien yang sedang membutuhkan darah. Dengan iming-iming menolong, mereka mematok tarif atas jasa yang ditawarkan.(*)

Baca juga Calo Darah Berkeliaran di UTD PMI Lampung, Patok Jasa Rp200 Ribu

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Wooww…Masih Banyak Warga Lampung BAB di Sungai, Kolam, dan Pantai

PRINGSEWU, duajurai.co – Data mencengangkan diungkap Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati …