Tak Punya Tempat Tinggal, Korban Penggusuran Pasar Griya Dirikan Tenda di DPRD


KORBAN penggusuran Pasar Griya mendirikan tenda di halaman Kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu, 15/8/2018. | M Renaldy/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah korban penggusuran Pasar Griya mendirikan tenda di halaman Kantor DPRD Kota Bandar Lampung. Mereka terpaksa bermalam di sana karena tak punya tempat tinggal.

“Kami bermalam di sini (Kantor DPRD Bandar Lampung) sejak Selasa sore, 14 Agustus,” kata Werli (32), salah satu korban penggusuran, Rabu, 15/8/2018.

Meski demikian, perempuan yang dahulu kesehariannya berjualan es itu mengaku tak tahu sampai kapan bertahan di sana. Dia juga bingung pascapenggusuran. “Kami tidak tahu sampai kapan (di sini), tidak jelas,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, warga tampak mendirikan dua tenda di halaman depan Kantor DPRD setempat. Beberapa warga terlihat berteduh di depan pintu Gedung DPRD. Mereka yang bermalam di sana merupakan korban penggusuran yang menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Sementara, sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) tampak berjaga-jaga di Kantor DPRD Bandar Lampung.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya di Kecamatan Sukarame secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda darurat dari puing-puing.(*)

Baca juga Sempat Bertahan, Korban Penggusuran Tak Ada Lagi di Lokasi Eks Pasar Griya

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Lintasan Kereta Api Gajah Mada Penuh Lubang, PT KAI: Bukan Urusan Kami

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang menyatakan, tak bisa mengambil tindakan …