Calo Darah Berkeliaran di UTD PMI Lampung, Patok Jasa Rp200 Ribu


PMI Lampung Unit Transfusi Darah Cabang Pembina. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Lampung (UTD PMI) di Jalan Sam Ratulangi, Penengahan, Bandar Lampung, tidak selalu dapat memenuhi permintaan darah. Sebab, stok darah di PMI terbatas.

Keadaan tersebut dimanfaatkan beberapa orang untuk mengeruk keuntungan. Mereka menawarkan jasa kepada orang maupun keluarga pasien yang sedang membutuhkan darah. Dengan iming-iming menolong, mereka mematok tarif atas jasa yang ditawarkan. Fenomena itu terungkap dalam reportase duajurai.co yang berpura-pura membutuhkan darah.

Ketika jurnalis media ini bertanya-tanya tentang cara mendapatkan darah, lalu salah satu pria yang duduk di atas sepeda motor merespons. Ia menanyakan golongan darah yang dibutuhkan duajurai.co. Setelah diberi penjelasan, lelaki berinisial Br itu menawarkan bantuan.

“Kalau soal biaya, karena kami sifatnya hanya menolong ya Rp200 ribu. Itu sekadar uang untuk membeli susu dan obat,” kata Br, salah satu calo darah, di UTD PMI Lampung, Rabu, 15/8/2018.

Biaya yang dimaksud Br hanya untuk membayar jasanya. Uang sebanyak itu belum termasuk biaya administrasi di UTD PMI, yakni Rp300 ribu. Jadi, total uang yang dikeluarkan keluarga pasien yang mengurus pengambilan darah bila melalui calo sebesar Rp500 ribu.

Besaran biaya calo darah juga tidak sama dengan yang lain. “Kalau saya cuma Rp200 ribu. Sedangkan yang lain (calo lainnya) bisa sampai Rp300 ribu,” ujarnya.

Lelaki berkaus kecokelatan itu mengatakan, dia bersama sejumlah koleganya memiliki Grup WhatsApp. Jadi, bila ada orang atau keluarga pasien membutuhkan darah, maka informasinya dibagikan dalam grup tersebut.

“Apabila ada keluarga atau teman yang membutuhkan darah, hubungi saja (saya). Caranya, kirim nama pasien, penyakit, dan golongan darah yang dibutuhkan via WhatsApp. Jangan lupa cantumkan nomor telepon. Nanti, saya share di grup, dan bakal ada yang menghubungi,” ujarnya.

Br melanjutkan, biasanya, ada yang menghubungi setelah informasi orang butuh darah dibagikan dalam grup. Nantinya, pendonor dan keluarga pasien bertemu di UTD PMI Lampung. Kemudian, pihak keluarga pasien menyerahkan surat permintaan darah dari rumah sakit. Selanjutnya, sang pendonor yang mengurus administrasi di UTD PMI Lampung.

“Apabila stok (darah) di PMI lagi kosong, kami bisa bantu. Nah, surat rujukan dari rumah sakit nanti kami bantu mengurus. Kalau pendonor sudah datang, nanti kalian berdua (keluarga pasien dan pendorong) masuk ke dalam. Proses donor kurang dari satu jam,” ucap Br.

Baca juga Pengambilan Darah di PMI Lampung Dikeluhkan Keluarga Pasien


Komentar

Komentar

Check Also

Deputi Pencegahan KPK Beri Kuliah Umum di Kantor Gubernur Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) David Sepriwasa dan Ketua Dewan …