Bermalam di DPRD, Begini Korban Penggusuran Pasar Griya Mandi-Buang Air


KORBAN penggusuran Pasar Griya mendirikan tenda darurat di halaman Kantor DPRD Kota Bandar Lampung, Rabu, 15/8/2018. | M Renaldy/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sedikitnya 22 kepala keluarga (KK) yang merupakan korban penggusuran Pasar Griya bermalam di halaman Kantor DPRD Bandar Lampung dengan mendirikan tenda. Mereka sebelumnya menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung selama berhari-hari.

“Kami mandi dan buang air di Kantor DPRD setempat. Di sini juga ada musala (untuk beribadah),” kata Werli (32), salah satu korban penggusuran, Rabu, 15/8/2018.

Sementara, RH Hasan (42), korban penggusuran lainnya, mengatakan, pihaknya hidup dengan mengandalkan bantuan masyarakat. Mereka saling berbagi satu sama lain untuk makan sehari-hari.

“Untuk makan kami dari donasi. Ya idak banyak, tetapi cukup. Kami juga menggelar aksi penggalangan dana di kawasan Bundaran Tugu Adipura, beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya di Kecamatan Sukarame secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda darurat dari puing-puing.(*)

Baca juga Tak Punya Tempat Tinggal, Korban Penggusuran Pasar Griya Dirikan Tenda di DPRD

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Warga Bandar Lampung Masih Sulit Peroleh Gas Elpiji 3 Kg

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah warga di Kota Bandar Lampung masih sulit memperoleh tabung gas elpiji ukuran …